BORNEONEWS, Kobar - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Pemkab Kobar) akan kerahkan Satpol PP mengantisipasi potensi kericuhan dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kobar, 7 September 2016. Terdapat 35 desa di 6 kecamatan se-Kobar yang akan ikut Pilkades Serentak Kobar 2016. Puluhan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) diterjunkan memantau pelaksanaan Pilkades di tiap desa.

Kepala Sub Bagian Pemerintahan Desa dan Kelurahan, Tata Administrasi Pemerintahan (Tapem), Sekretariat Daerah (Setda) Kobar, Antonius Heri mengatakan, penyelenggaraan Pilkades Serentak Kobar gelombang pertama itu, diakuinya butuh pengawasan ekstra. Pasalnya akan digelar di 35 desa berbeda dan dilaksanakan bersamaan di hari yang sama. Potensi timbulnya konflik antarcalon dan atau pendukung calon kepala desa (kades), cukup besar.

"Personel Satpol PP akan membantu memantau dan mengawasi pelaksanaan Pilkades di tiap desa. Sejauh ini satu desa satu personel. Hanya memantau. Panitia di tiap desa juga penyiapkan anggota Linmas. Selain Satpol PP, rencananya juga akan minta bantuan pihak kepolisian, tapi belum dikoordinasikan," kata Heri, Selasa (9/8/2016).

Kericuhan dalam pelaksanaan Pilkades Serentak sulit terelakkan. Selain timbul dari manuver-manuver tertentu yang dilakukan para calon kepala desa, khususnya dalam meraih simpati atau suara. Terlebih apabila terjadi kecurangan, baik dalam bentuk money politic maupun kampanye hitam.

Kericuhan dalam penyelenggaraan pilkades, imbuhnya, juga biasa terjadi pada hal-hal yang berkaitan dengan perolehan suara. Terutama pada pilkades yang hanya diikuti dua calon saja. "Kalau sengketa atau kericuhan, biasanya pasti ada. Tapi kita berharap itu bukan hal yang serius, atau dapat menimbulkan permasalahan yang besar. Terutama kalau yang maju hanya dua calon," kata Heri, Selasa (9/8).

Seperti diberitakan sebelumnya. Dalam Pilkades Serentak nanti, calon kades yang maju dari 35 desa di 6 kecamatan se-Kobar nanti berjumlah 126 calon. Dengan jumlah pemilih diperkirakan sebanyak 39 ribu orang. Pilkades serentak ini digelar dengan biaya atau anggaran yang berasal dari APBD Kobar senilai Rp1,6 miliar dan APBDes masing-masing desa. (RADEN ARIYO/N).