JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah meluncurkan program *Human Capital Summit 2025* dengan tujuan untuk mempercepat pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dalam mengelola mineral dan batubara di Indonesia. Peluncuran program ini merupakan langkah penting, terutama di tengah proses transisi energi yang sedang berlangsung, di mana diperlukan tenaga kerja yang terampil dan kompeten. Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, mengungkapkan bahwa beragam rencana dan program transisi energi yang dicanangkan akan dihadapkan pada berbagai tantangan. Namun, ia juga menekankan bahwa banyak peluang yang dapat dimanfaatkan. Transisi energi diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru di masa yang akan datang. Oleh karena itu, penting untuk mempersiapkan SDM dengan kualifikasi dan kompetensi yang sesuai untuk mendukung program transisi energi serta mencapai target *Net Zero Emission* pada tahun 2060. Lebih lanjut, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ESDM, Prahoro Nurtjahyo, menyampaikan bahwa *The 2nd Human Capital Summit* akan berlangsung pada bulan Juni 2025. Sebelum acara puncak tersebut, akan diadakan beberapa sesi Focus Group Discussion (FGD) untuk mengumpulkan masukan dari berbagai pemangku kepentingan. Kegiatan ini ditujukan untuk menyusun dokumen *policy framework* yang akan menjadi pedoman dalam pengembangan SDM di sektor energi. Dokumen ini diharapkan dapat memberikan arah yang jelas dalam mempersiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi, inovasi, dan kemampuan untuk menghadapi tantangan di masa depan. Hal ini juga meliputi transformasi tenaga kerja menjadi lebih berorientasi pada lingkungan, yang sering disebut sebagai *green collar workforce*. Dengan demikian, SDM yang dihasilkan dapat lebih mendukung transisi energi secara berkelanjutan. Prahoro menekankan bahwa transformasi tenaga kerja hijau sangat bergantung pada aspek fundamental, yaitu SDM itu sendiri. Untuk menyiapkan SDM yang mampu menghadapi transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan, pendidikan menjadi prioritas utama dalam pengembangan keterampilan tersebut. ANTARA