PADANG –
**Borneonews - Simpang Empat**, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat yang terletak di Sumatera Barat, baru-baru ini telah menerima bantuan berupa benih dan sarana produksi pertanian (*saprodi*) dari Kementerian Pertanian. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung pengelolaan lahan pertanian seluas 2.815 hektare. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pasaman Barat, Doddy San Ismail, menyatakan bahwa bantuan tersebut akan sangat berkontribusi untuk meningkatkan hasil produksi pertanian. Ia menambahkan bahwa distribusi bantuan ini dijadwalkan akan dilakukan pada bulan depan. Bantuan yang diterima mencakup benih serta *saprodi*, seperti pupuk dan pestisida, yang akan disalurkan kepada kelompok tani di 10 kecamatan yang terdampak. Menurut Doddy, total terdapat sekitar 70 ton benih dan *saprodi* lainnya yang akan didistribusikan untuk lahan persawahan di daerah tersebut. Data terbaru menunjukkan bahwa produksi padi di Pasaman Barat mencapai 58.415 ton antara Januari dan Agustus 2023, dari total target produksi tahun 2024 yang ditetapkan sebesar 103.684 ton. Untuk mencapai target yang ambisius itu, pihaknya melaksanakan sejumlah strategi, termasuk rehabilitasi jaringan irigasi tersier, pembangunan jalan usaha tani, serta pemberian bantuan alat mesin pertanian kepada petani. Selain itu, ada upaya pemanfaatan lahan perkebunan yang tengah menjalani masa peremajaan tanaman kelapa sawit. Pihak Dinas juga berencana memanfaatkan lahan yang memiliki potensi untuk budidaya padi dan jagung melalui pola tanam sela yang mencakup metode seperti tumpang sari dan tumpang sisip. Kecamatan yang menjadi sentra produksi padi di Pasaman Barat terdiri dari Talamau, Kinali, Ranah Batahan, dan Gunung Tuleh. Terlihat bahwa produksi padi di daerah ini telah mengalami pertumbuhan yang signifikan sejak tahun 2022. Produksi padi pada tahun 2022 tercatat mencapai 95.753 ton, meningkat menjadi 100.597 ton pada tahun 2023, dan diharapkan pada tahun 2024 dapat mencapai target sebesar 109.842 ton. ANTARA