BANDUNG –
**Borneonews - Cianjur**, Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tengah mempersiapkan tiga lokasi yang akan menjadi pusat percobaan untuk program penyediaan makanan bergizi di sekolah. Inisiatif ini ditujukan untuk sekitar 5.000 siswa dan akan melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal sebagai penyedia makanan. Plh Bupati Cianjur, Tb Mulyana Syachrudin, mengungkapkan bahwa meskipun program ini masih dalam tahap percobaan, persiapan yang matang sangat diperlukan agar program ini dapat berlanjut sesuai dengan rencana pemerintah pusat di masa depan. Lokasi yang dipilih terbagi di tiga zona; Kecamatan Karangtengah untuk wilayah utara, Kecamatan Sukanagara untuk wilayah tengah, dan Kecamatan Cidaun untuk wilayah selatan. Pemilihan lokasi ini telah dibahas secara intensif bersama instansi terkait dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Cianjur. Dengan adanya program makanan bergizi ini, diharapkan dapat meningkatkan pemberdayaan bagi UMKM di setiap wilayah, sehingga perekonomian setempat bisa tumbuh sejalan dengan meningkatnya permintaan dari pelaku usaha, khususnya di sektor makanan. Selain itu, pihaknya juga menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan pemetaan dan pendataan pelaku usaha yang bisa dilibatkan, termasuk siapnya penyajian makanan dalam bentuk kemasan kotak untuk mengurangi jumlah limbah dari pelaksanaan program. Mulyana juga berharap bahwa inisiatif dari pemerintah pusat ini tidak hanya mendukung perekonomian pelaku usaha di Cianjur, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi siswa-siswa yang mendapatkan program tersebut. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Cianjur, Ruhli Solehudin, menambahkan bahwa mereka telah melakukan pendataan terhadap jumlah siswa yang akan menerima program makan siang gratis. Hingga saat ini, jumlah sementara yang terdata sekitar 30 ribu siswa. Meskipun jadwal resmi untuk uji coba pemberian makan siang gratis belum dirilis, proses pendataan sudah dilaksanakan sebagai langkah awal untuk memastikan kesiapan di Kabupaten Cianjur. Ruhli menjelaskan bahwa pendataan siswa merupakan langkah persiapan agar ketika uji coba dimulai, mereka sudah siap. Data siswa yang telah terkumpul selanjutnya akan dikirimkan ke Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Cianjur untuk diproses lebih lanjut. Dalam rencana uji coba ini, tiga kecamatan akan menjadi lokasi yang menyertakan siswa dari pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah atas (SMA) sebagai penerima program makan siang gratis. Kepala Dinas berharap agar program ini dapat berjalan dengan baik dan mencapai target yang telah ditetapkan. ANTARA