BATAM –
**Borneonews - Batam**, Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) telah meningkatkan frekuensi patroli di wilayah perairan sebagai langkah proaktif dalam menghadapi potensi gelombang tinggi yang sering terjadi di akhir tahun. Langkah ini diambil dalam rangka menjaga keselamatan serta keamanan bagi para pelaku pelayaran. Pejabat Sementara (Pjs) KN Tanjung Datu 301, Lettu Bakamla Peter Dewangga, mengungkapkan bahwa peningkatan intensitas patroli ini direncanakan berlangsung secara bersamaan dengan instansi lain yang berkaitan. Patroli bersama ini dijadwalkan mulai sekitar bulan Oktober. Dewangga menambahkan bahwa kolaborasi antara Bakamla dengan instansi terkait akan meningkatkan standar operasional, serta berkontribusi pada peningkatan keamanan dan keselamatan bagi perairan Indonesia. Menurutnya, periode akhir tahun yang dimulai dari bulan September cenderung menghadirkan kondisi laut yang menantang dengan ombak yang tinggi. Ia juga menegaskan pentingnya kewaspadaan dari para pelaut, nelayan, dan pihak yang beraktivitas di laut untuk menjaga keselamatan. "Kami dari Bakamla memiliki Posko Komando (Poskodal) yang bersiaga menerima informasi terkait semua kejadian di laut, baik itu kecelakaan ataupun peringatan cuaca buruk," imbuhnya. Dalam rangka memantau kondisi laut dengan lebih baik, Bakamla berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta unit perhubungan lainnya. Tujuan kerjasama ini adalah untuk menyebarluaskan informasi mengenai cuaca dan ketinggian gelombang kepada semua pelaku laut di seluruh Indonesia. Dewangga menjelaskan bahwa teknik patroli akan bervariasi antar instansi, sesuai dengan situasi yang dihadapi. Sebagai contoh, Bakamla bertugas untuk menghentikan praktik penangkapan ikan oleh kapal asing di perairan Indonesia, yang merupakan salah satu tantangan serius. Selain patroli, menjelang akhir tahun, KN Tanjung Datu 301 juga akan melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat yang bergerak di sektor maritim mengenai pentingnya keselamatan di laut. "Kami selalu berupaya untuk melakukan sosialisasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial, tentang pentingnya keamanan di laut," tutup Peter. ANTARA