**Borneonews - Bantul**, Kekeringan yang disebabkan oleh kemarau yang berlangsung lama telah memberikan dampak signifikan pada lahan pertanian, terutama di Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul mencatat bahwa kondisi tersebut telah memengaruhi hasil pertanian di daerah perbukitan ini.
Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan di lokasi terdampak. Dia mengungkapkan bahwa meskipun ada pengaruh negatif dari kekeringan, hasil produksi pertanian tidak mengalami kegagalan total. Sebanyak lebih dari 20 hektare lahan pertanian di Kecamatan Dlingo mengalami dampak, namun hasil seperti jagung masih dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak.
Joko menjelaskan, "Kami lebih tepatnya tidak menyebutnya sebagai gagal panen. Jagung yang kami tanam masih bisa dijual meskipun tidak untuk konsumsi manusia, tetapi untuk pakan ternak." Hal serupa juga berlaku untuk tanaman kacang tanah yang tumbuh di area tersebut. Ia melaporkan bahwa terdapat sekitar 20 hingga 30 hektare lahan yang terpengaruh, terutama di daerah pegunungan Dlingo.
Di sisi lain, untuk tanaman padi, Joko menegaskan bahwa secara umum kondisi pertanian di Bantul tidak terlalu terpengaruh oleh kekeringan. Para petani telah melakukan antisipasi dengan menyesuaikan jenis tanaman. Mereka cenderung tidak menanam padi di area yang sulit mendapatkan irigasi. Apabila ada yang tetap menanam, mereka memilih varietas padi dengan waktu panen yang lebih singkat.
"Kami telah mengimbau petani untuk fokus pada penanaman padi yang tumbuh cepat dan tidak memerlukan banyak air. Kini banyak petani yang mencari bibit padi yang dapat dipanen dalam waktu sekitar 90 hari," jelasnya.
Lebih lanjut, Joko melaporkan bahwa luas panen padi di wilayah Bantul untuk tahun 2024 diperkirakan mencapai hampir 29 ribu hektare. Luas lahan pertanian di Bantul sendiri mencapai sekitar 14 ribu hektare, namun setiap lahan biasanya mampu ditanam dua hingga tiga kali dalam satu tahun.
Luas panen yang diprediksi tahun ini hampir sama dengan luas panen pada tahun 2023. Joko menjelaskan bahwa hal ini disebabkan oleh kondisi cuaca yang serupa dengan tahun lalu. "Saya sudah mengantisipasi bahwa luas panen kita di Bantul pada 2024 akan hampir sama dengan 2023, yaitu sekitar 28.600 hektare, sementara tahun lalu mencapai 28.500 hektare. Ini terjadi karena hujan datang lebih banyak menjelang akhir tahun," ujarnya optimis.
ANTARA
Dampak Kekeringan Terhadap Pertanian di Dlingo Bantul
Bagikan:

YOGYAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Salat Jum'at di Masjid Al Hidayah Banjarmasin
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
Komentar (0)
Memuat komentar…







