**Borneonews - Jakarta**, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menekankan pentingnya pengembangan metodologi kalkulasi yang terintegrasi untuk menilai risiko bencana, yang juga memperhitungkan dampak perubahan iklim terhadap peningkatan risiko tersebut.
Menurut Udrekh, selaku Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB, saat mengikuti diskusi daring yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, metodologi yang saat ini digunakan haruslah mampu merefleksikan pengaruh perubahan iklim pada tren dinamis yang terjadi.
Ia menjelaskan bahwa metodologi yang ada saat ini sebagian besar hanya berfokus pada parameter-parameter terkait pengaruh iklim di negara ini, tanpa mempertimbangkan parameter yang diakibatkan oleh perubahan iklim itu sendiri. Oleh karena itu, pengembangan pendekatan yang terintegrasi menjadi sangat penting untuk menggambarkan dampak nyata perubahan iklim terhadap peningkatan risiko bencana.
Dalam pernyataannya, Udrekh juga menekankan betapa krusialnya untuk memperkuat upaya pengurangan risiko bencana (DRR) dan adaptasi perubahan iklim dalam perencanaan pembangunan daerah. Salah satu langkah signifikan yang perlu diambil adalah memperbaiki regulasi yang mencakup kepentingan yang beragam dari berbagai daerah administratif.
Lebih lanjut, Udrekh menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam mitigasi bencana yang harus diterapkan berdasarkan kawasan dasar sungai dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan yang relevan. Ia menambahkan, "Apabila kita dapat melaksanakan hal ini, maka kita dapat memfokuskan pada penyelesaian masalah satu per satu." Ia juga menegaskan bahwa hal tersebut memerlukan komitmen jangka panjang dari semua pemangku kepentingan.
Dia menggarisbawahi bahwa perubahan iklim memang meningkatkan risiko bencana, oleh karena itu tindakan cepat menjadi sangat essential untuk mitigasi. Selain itu, pemetaan risiko bencana sangat diperlukan untuk mendukung sistem peringatan dini bencana di kalangan masyarakat, serta meningkatkan kemampuan mereka dalam merespons situasi bencana yang mungkin terjadi.
ANTARA
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Flick Lawan Mourinho Serasa Superman vs Batman
Kepala DLH Palangka Raya Tinjau Langsung Pengelolaan Sampah di Dua Kecamatan
Polri Pantau Kawasan Konservasi Perkuat Perlindungan Orang Utan
Bupati Kobar Bermalam di TNTP Pantau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Dana Rp240 Miliar Disalurkan untuk Tangani Karhutla di Kalbar
Indeks Kualitas Udara Palangka Raya Capai 1.506, Masuk Kategori Berbahaya
Komentar (0)
Memuat komentar…







