**Borneonews - Jakarta**, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengajak komunitas internasional untuk mengambil tindakan nyata dalam menghadapi kenaikan permukaan laut yang disebabkan oleh perubahan iklim. Menurutnya, aksi ini penting dilakukan dengan cara berbagi beban secara adil antara negara-negara di seluruh dunia.
Dampak dari kenaikan permukaan laut bukan hanya dirasakan oleh negara-negara pesisir, tetapi juga dapat mempengaruhi komunitas yang tinggal jauh dari pantai. Hal ini berpotensi meningkatkan kerentanan pangan dan ekonomi di berbagai belahan dunia. "Mempertahankan kenaikan suhu Bumi di bawah 1,5 derajat Celsius adalah harga yang 'tidak bisa ditawar', dan untuk mencapainya, diperlukan kesepakatan dalam berbagi beban, bukan hanya pergeseran beban," ungkap Marsudi.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah Rapat Tingkat Tinggi tentang Kenaikan Permukaan Laut yang diselenggarakan pada saat sidang ke-79 Majelis Umum PBB di New York. Dalam forum ini, Menteri Retno menggarisbawahi pentingnya meningkatkan kerjasama internasional untuk menangani masalah kenaikan permukaan laut, yang meliputi peningkatan kapasitas, bantuan teknis, serta langkah kolektif untuk menggerakkan sumber daya teknologi dan pendanaan yang bisa diakses oleh semua negara.
Selain itu, dia juga menekankan bahwa ada kebutuhan untuk memperkuat kemauan politik global dalam menangani fenomena kenaikan permukaan laut. Hal ini dianggap krusial, lantaran masalah ini dapat mengakibatkan hilangnya wilayah negara dan mengganggu kehidupan masyarakat.
Retno Marsudi selanjutnya menyoroti inisiatif Indonesia dalam menggelar Forum Puncak Negara-Negara Kepulauan dan Pulau Kecil (AIS) yang pertama di Bali pada bulan Oktober tahun lalu. Inisiatif ini merupakan langkah untuk memfasilitasi kolaborasi internasional dan mencari mekanisme pendanaan yang inovatif untuk negara-negara tersebut.
Dia juga menekankan perlunya agenda global khusus untuk mengatasi isu kenaikan permukaan laut. Pentingnya upaya untuk memperkuat kerangka hukum internasional yang dapat melindungi kedaulatan negara serta penduduknya juga ditekankan. Selain itu, pengembangan ilmu pengetahuan dan data yang relevan perlu didorong demi mendukung pengambilan keputusan yang lebih efektif serta pembuatan kebijakan yang tepat.
"Agenda kenaikan permukaan laut adalah alarm bagi seluruh dunia. Jangan tunda lagi, bertindaklah sekarang untuk melindungi jutaan nyawa dan generasi mendatang," tambahnya.
ANTARA
Indonesia Serukan Tindakan Global Atasi Kenaikan Permukaan Laut
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kualitas Udara Memburuk, Ratusan Warga Pangkalan Bun Manfaatkan Rumah Oksigen KIM?
Kapuas Masuk Tiga Daerah di Kalteng yang Jalani Verifikasi Lapangan Evaluasi PUG
Angka Kecelakaan Naik 10,4 Persen, Polres Kapuas Gelar Operasi Patuh Telabang Selama Dua Pekan
Yuas Elko Minta Agen dan Pangkalan Elpiji 3 Kilogram di Kalteng Diawasi
Truk Bermuatan Besi Bekas Terbalik di Tikungan Jalan Trikora Banjarbaru
Dua Pria Diduga Curi Brondolan Sawit Diamankan Warga
Komentar (0)
Memuat komentar…







