PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalteng, Ahmad Toyib mengingatkan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) sebagai salah satu acuan pembangunan resiliensi daerah.

”IKD menjadi komponen kapasitas dalam menghasilkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) serta diperlukan menjadi acuan pemantauan dan evaluasi pembangunan resiliensi daerah,” kata Toyib saat kegiatan IKD di Palangka Raya, baru baru ini.

Selain itu IKD merupakan pendukung dalam penilaian capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Kepala Daerah 2025 dan selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045.

RPJPD merupakan dokumen perencanaan pembangunan yang memuat visi, misi, dan arah kebijakan pembangunan daerah dalam jangka waktu 20 tahun.

RPJPD disusun oleh pemerintah daerah sebagai pedoman untuk mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan dan mencakup berbagai sektor, seperti ekonomi, sosial, infrastruktur, dan lingkungan.

Rencana ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan arah pembangunan dan alokasi sumber daya untuk jangka panjang. (HERMAWAN DP/R)