BORNEONEWS, Gumas - Pendapatan daerah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2015, melampaui target. Komponen pendapatan daerah, antara lain pendapatan asli Daerah (PAD) ditargetkan Rp 32.940.876.000,00, terealisasi Rp32.587.769.185,14 atau 98,93 %. 

“Pada APBD 2015 pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp837.332.411.379,07, dapat direalisasikan Rp837.364.872.576,04 atau 100,01 % dari target,” ungkap Bupati Gumas, Arton S Dohong saat menyampaikan pidato pengantar rancangan peraturan daerah (raperda) tentang pertanggungjawaban pelaksanan APBD 2015 pada rapat paripurna DPRD Gumas, Rabu (10/8/2016).

Dia menyampaikan, adapun komponen pendapatan daerah terdiri dari pendapatan asli Daerah (PAD) ditargetkan sebesar Rp 32.940.876.000,00. Dari target itu mampu terealisasi Rp 32.587.769.185,14 atau 98,93 %. Pendapatan dari transfer pemerintah pusat ditargetkan Rp719.418.631.379,00, mampu terealisasikan Rp689.518.358.390,90 atau 95,84 %.

"Berikutnya, lain-lain pendapatan yang sah ditargetkan sebesar Rp 84.972.904.000,00, terealisasi Rp115.258.745.000,00 atau 135,64%. Dari anggaran yang telah ditetapkan, realisasi melebihi target Rp30.285.841.000,00,” terang Arton.

Dalam rapat paripurna yang dipimpin ketua DPRD Gumas Gumer tersebut, Arton menyampaikan, untuk belanja yang ditetapkan dalam APBD 2015 sebesar Rp 820.095.829.519,18 dan teralisasi Rp 776.479.479.859.245,73 atau 94,68 %. Adapun gambaran umum realisasi komponen belanja yakni belanja operasi dianggarkan Rp 570.707.857.445,18 dengan realisasi sebesar Rp 540.969.831.915,73 atau 94,79 %.

Kemudian, belanja modal dianggarkan sebesar Rp 248.887.972.074,00 dan teralisasi Rp 235.485.527.330,00 atau 94,62 %. Belanja tidak terduga dianggarkan Rp 500.000.000,00, teralisasi Rp 24.500.000,00 atau 4,90 %. Sedangkan transfer  dianggarkan Rp 56.755.184.000,00 dan terealisasi Rp 54.812.201.486,88 atau 96,58%.

“Dilihat dari belanja daerah tersebut, terdapat kelebihan/sisa anggaran Rp 45.558.952.786,57. Dari perhitungan komponen pendapatan dan belanja tersebut, terdapat surplus anggaran Rp 6.072.811.843,43,” terang Arton.

Selanjutnya, pada pembiayaan daerah. komponen penerimaan pembiayaan dari anggaran Rp 78.090.642.521,11, terealisasi Rp 77.940.642.521,11 atau 99,81 %. Sedangkan komponen pengeluaran pembiayaan dianggarkan Rp 38.572.040.381,00 dan terealisasi Rp 6.709.500.000,00 atau 17,39 %.

Dari komponen perhitungan pendapatan daerah dan pengeluaran daerah, diperoleh pembiayaan netto Rp 39.518.602.140,11 dan terealisasi Rp 71.231.142.521,11 sehingga bertambah Rp 31.712.540.381,00 atau 180,25 %. Maka sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) sebesar Rp 77.303.954.364,54.

“Angka-angka tersebut adalah nilai dari laporan hasil pemeriksaan BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas Tahun Anggaran 2015,” katanya. (EPRA SENTOSA/N).