**Borneonews - Jakarta,** Jerman sekali lagi menunjukkan dedikasinya dalam mendukung keamanan dan perdamaian di kawasan Indo-Pasifik dengan merapatkan dua kapal perangnya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Langkah ini merupakan bagian dari *Indo-Pacific Deployment 2024*, yang mencerminkan komitmen negara tersebut terhadap stabilitas di wilayah yang strategis ini.
Duta Besar Jerman untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor-Leste, Ina Lepel, menyatakan saat konferensi pers tentang kedatangan kapal tersebut, bahwa kunjungan ini menekankan pentingnya kawasan Indo-Pasifik dalam konteks perdamaian dan kemakmuran global. Penekanan ini menunjukkan bahwa Jerman menganggap kawasan ini sebagai salah satu titik fokus utama dalam diplomasi internasional saat ini.
Dalam kesempatan tersebut, Dubes Lepel didampingi oleh berbagai pejabat tinggi, antara lain Asisten Perencanaan Panglima Komando Armada Republik Indonesia, Laksamana Pertama TNI Dadang Sumantri, dan Komandan Armada Jerman Flotilla 2, Laksamana Belakang Axel Schulz. Kunjungan tersebut juga menandai hubungan diplomatik yang kuat antara kedua negara, khususnya dalam bidang pertahanan.
Lebih lanjut, Dubes Lepel menjelaskan bahwa kedatangan kapal fregat FGS Baden-Wurttemberg dan kapal pengisi bahan bakar FGS Frankfurt am Main ke Jakarta merupakan hasil dari komunikasi yang telah terjalin sejak dua bulan sebelumnya, saat Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, melakukan dialog dengan Menteri Pertahanan Indonesia, Prabowo Subianto.
Dia menambahkan bahwa kedatangan dua kapal tersebut, bersama dengan sekitar 190 Anggota Angkatan Laut Jerman, merupakan contoh nyata dari diplomasi pertahanan maritim yang sejalan dengan *Pedoman Indo-Pasifik Jerman* yang dirilis tahun 2020. Dalam konteks ini, Jerman baru-baru ini meluncurkan laporan kemajuan keempat yang membahas pelaksanaan pedoman tersebut, mencakup tantangan yang semakin kompleks dalam perkembangan regional dan global.
Dubes Lepel juga menyatakan dukungannya terhadap peran sentral ASEAN dan proses penyelesaian konflik dengan damai dalam kerangka kerja sama di kawasan tersebut, sebagaimana tercantum dalam Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama ASEAN yang ditandatangani pada 2019.
Dalam penjelasannya, ia menekankan bahwa Jerman berkomitmen untuk memperkuat kemitraan keamanan dengan Indonesia, yang dianggap sebagai mitra kunci di Asia Tenggara, melalui pendekatan menyeluruh yang mencakup keamanan, stabilitas, dan kemakmuran.
Senada dengan itu, Laksamana Pertama TNI-AL, Dadang Sumantri, menegaskan bahwa kedatangan kapal perang Jerman di Jakarta merupakan manifestasi dari kerja sama yang efektif antara Angkatan Laut Indonesia dan Jerman. Ia menyoroti kolaborasi yang sudah terjalin di berbagai bidang, seperti pendidikan, penelitian, pelatihan, dan kesehatan, serta berharap kedatangan kali ini akan meningkatkan hubungan di masa depan.
Ia juga mengajak Angkatan Laut Jerman untuk berpartisipasi dalam latihan maritim non-kombatan yang dikenal sebagai *Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK)* yang akan diadakan di Bali pada Februari 2025.
Sebagai informasi tambahan, kedua kapal Jerman tersebut telah memulai pelayaran mereka di Samudra Pasifik dan Hindia dari bulan Juni hingga November 2024. Keduanya dijadwalkan berlabuh di Jakarta dari tanggal 26 hingga 29 September 2024. Selama waktu tersebut, Satuan Tugas Angkatan Laut Jerman juga telah melaksanakan latihan bilateral yang dikenal sebagai *PASSEX* bersama TNI AL.
ANTARA
Kapal Perang Jerman Tiba di Jakarta, Dukung Perdamaian Indo-Pasifik
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran di Sungai Andai Banjarmasin, Dua Rumah Terdampak
BPBD Kapuas Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga yang Kerap Bantu Padamkan Karhutla
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Salat Jum'at di Masjid Al Hidayah Banjarmasin
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Komentar (0)
Memuat komentar…







