**Borneonews - Tual, Maluku**, Pemerintah Kota (Pemkot) Tual di Maluku berkomitmen untuk mengembangkan budidaya rumput laut sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap potensi besar yang dimiliki daerah ini dalam sektor pertanian laut.
Penjabat Wali Kota Tual, Affandy Z. Hasanusi, menekankan pentingnya bagi para pembudidaya untuk tetap aktif dan produktif dalam mengelola rumput laut. Ia menyatakan bahwa komoditas ini memiliki peluang besar sebagai salah satu usaha unggulan yang dapat memberikan dampak positif bagi kualitas hidup masyarakat yang tinggal di pesisir.
Dengan banyaknya pembudidaya rumput laut yang ada, Tual berpotensi menjadi salah satu daerah terdepan di Indonesia dalam budi daya rumput laut. Hal ini juga akan mengukuhkan Indonesia sebagai pemain utama dalam pasar *seaweed* global.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat bahwa hasil budidaya rumput laut di Tual dan Maluku Tenggara diproyeksikan sebagai komoditas ekspor unggulan. Hal ini didasarkan pada kondisi lingkungan yang masih baik, sehingga pertumbuhan rumput laut dapat berlangsung dengan cepat dan memiliki kandungan karagenan yang tinggi.
Pemerintah Kota Tual memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan budidaya rumput laut, baik dari segi sarana maupun prasarana yang diperlukan. Menurut data KKP sejak tahun 2022, potensi pengembangan budidaya ini tersebar di tiga kecamatan, dengan total 1.335 pembudidaya terdaftar. Nilai yang dihasilkan dari budi daya rumput laut mencapai sekitar Rp6,65 miliar per tahun.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Pattimura (Unpatti) dan Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku menunjukkan bahwa budidaya rumput laut ini sangat mudah untuk diterapkan dan dapat dipanen dengan cepat. Hal ini berpotensi menyerap banyak tenaga kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di daerah pesisir.
Prof. Alex Retraubun, seorang Guru Besar di bidang kelautan dari Unpatti, menambahkan bahwa praktik budidaya rumput laut bersifat ramah lingkungan, memiliki emisi karbon yang rendah, dan mampu mengurangi polutan. Beliau menilai rumput laut adalah sumber daya yang unik dan memiliki potensi besar sebagai sumber ekonomi jika dikembangkan secara maksimal.
Lebih lanjut, Prof. Alex mengungkapkan bahwa pola industri berbasis ekonomi kerakyatan seperti budidaya rumput laut sejalan dengan program hilirisasi industri yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia. Dengan adanya hilirisasi, Maluku tidak hanya akan menjadi pengirim bahan mentah, tetapi juga dapat meningkatkan nilai setiap komoditas. Ini tentunya akan mendukung perekonomian para pelaku industri sekaligus masyarakat kecil.
ANTARA
Pemkot Tual Kembangkan Budidaya Rumput Laut untuk Perekonomian Warga
Bagikan:

AMBON –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Mentan: Pengadaan Bulog Perkuat Cadangan Beras Pemerintah
Triple-double Embiid bawa 76ers Kalahkan Bucks 127-116
Wamen LH: Jaga Kelestarian Ekosistem Perairan Dimulai dari Daratan
Jet Tempur AS Cegat Pesawat umum Dekat Kediaman Trump di Florida
Peneliti Jepang Temukan Tutup Botol Bawa Ekosistem Laut Filipina
Wembanyama Bawa Spurs Kalahkan Mavericks 122-106
Komentar (0)
Memuat komentar…







