JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, diperkirakan mencapai 1,94 persen. Inisiatif ini, yang merupakan kebijakan dari pemerintahan Prabowo-Gibran, tidak hanya akan berimbas pada ekonomi makro, tetapi juga menciptakan *multiplier output* yang mencapai Rp824,7 triliun serta meningkatkan nilai tambah nasional sebanyak Rp379,6 triliun. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi berbagai sektor di dalam perekonomian. Andry merincikan sektor-sektor yang akan merasakan manfaat dari program ini. Pertama, sektor penyediaan makanan dan minuman, yang diperkirakan akan mengalami pertumbuhan signifikan. Selanjutnya, industri makanan dan minuman diproyeksikan tumbuh sebesar 16,9 persen, sementara sektor perdagangan besar dan eceran (tidak termasuk mobil dan sepeda motor) akan tumbuh 5,2 persen. Sektor perikanan juga diperkirakan tumbuh sekitar 3,3 persen. Lebih lanjut, sektor pertanian, perkebunan semusim, dan peternakan diperkirakan masing-masing akan tumbuh sebesar 3,1 persen, 2,6 persen, dan 2,5 persen. "Dengan adanya program pemerintah tentang Makan Bergizi Gratis, jelas akan ada dampak positif terhadap sektor-sektor turunan," ungkapnya. Selain kontribusi ekonomi, program ini juga diramalkan dapat menambah jumlah lapangan kerja nasional hingga 7,68 juta orang. Hal ini menunjukkan bahwa dampak dari program ini tidak hanya terbatas pada aspek ekonomi, tetapi juga berimbas pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dari sisi anggaran, diketahui bahwa pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp71 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan gizi masyarakat melalui inisiatif yang berkelanjutan dan berdampak luas. ANTARA