JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) aktif memperkuat kerja sama di tingkat global dalam perang melawan peredaran narkotika. Langkah ini diambil untuk menghadapi berbagai tantangan yang muncul di tengah fenomena peredaran narkoba yang semakin kompleks. Dikonfirmasi dari Jakarta, Kepala BNN, Marthinus Hukom, terlibat dalam *International Drugs Enforcement Conference* (IDEC) 2024 yang diselenggarakan di Athena, Yunani. Pertemuan ini menjadi platform strategis untuk membahas berbagai isu terkait pengendalian peredaran narkotika terutama dalam konteks tantangan yang ada saat ini. Dalam forum tersebut, dibahas beberapa agenda penting, termasuk kekhawatiran tentang peningkatan penggunaan narkotika sintetis dan pemetaan jaringan perdagangan narkoba yang dapat ditangani melalui pendekatan *Cryptologic Technician Technical* (CTT). Diskusi ini mengedepankan urgensi kerja sama antar negara untuk dapat menanggulangi masalah ini secara efektif. Michalis Chrysochoidis, Menteri Perlindungan Warga Negara dari Hellenic Republic, menekankan perlunya peningkatan kolaborasi dalam berbagi informasi dan koordinasi antar negara. Menurutnya, meningkatnya ancaman dari narkotika sintetis serta peran jaringan kriminal internasional dalam distribusi zat terlarang menjadi perhatian utama. Ia menyerukan agar pendekatan yang diambil harus bersifat multifaset, meliputi kerja sama dalam penegakan hukum, investigasi terhadap aliran keuangan, serta pemanfaatan kemajuan teknologi. Dalam kesempatan yang sama, Anne Milgram, Administrator dari U.S. Drug Enforcement Administration (DEA), juga menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam upaya memberantas perdagangan narkoba. Ia mencatat bahwa operasi perdagangan narkoba semakin canggih, sehingga diperlukan strategi yang inovatif dan adaptif dalam menanggulanginya. Konferensi ini berlangsung selama empat hari, dari 23 hingga 26 September 2024, dihadiri oleh delegasi dari 132 negara, termasuk Indonesia. Marthinus bersama sejumlah pejabat dari BNN dan Bareskrim Polri menjadi perwakilan Indonesia dalam acara tersebut. Partisipasi Indonesia dalam konferensi ini mencerminkan komitmen yang kuat untuk bekerja sama dengan negara-negara lain dalam upaya memberantas narkotika secara global. ANTARA