MANADO –
**Borneonews - Bolaang Mongondouw Selatan**, Kementerian Agama Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), yang terletak di Provinsi Sulawesi Utara, berkomitmen untuk meningkatkan prestasi akademik siswa melalui program yang dikenal sebagai Olimpiade Gerakan Memperkuat Prestasi Akademik Siswa Madrasah Bolaang Mongondow Selatan atau disingkat *Gempasimbol*. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan wadah bagi siswa dalam mengekspresikan kemampuan akademik mereka. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bolsel, Nasri Sakamole, menyatakan bahwa pencapaian prestasi harus dimulai dengan pendekatan yang terencana dan jelas. Dalam pidatonya di hadapan para peserta dan tamu undangan pada saat pembukaan Olimpiade *Gempasimbol*, ia menekankan pentingnya proses dalam meraih sebuah prestasi. Nasri menuturkan, "Anak-anakku, jangan pernah berhenti untuk belajar; teruslah melatih diri. Jika kali ini kalian tidak meraih juara, jangan putus semangat. Teruslah berlatih, tingkatkan kompetensi diri, dan ikuti prosesnya, karena semua prestasi lahir dari sebuah perjuangan." Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa *Gempasimbol* bukan sekadar kegiatan yang dilakukan tanpa rencana, melainkan disusun secara sistematis mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga tindak lanjut setelah kegiatan. Program ini diharapkan tidak hanya menjadi acara tahunan, melainkan menjadi bagian penting dari sistem pendidikan di Bolaang Mongondow Selatan. Di dalam program ini, dibuat aplikasi khusus yang dirancang oleh Tim Pendidikan Islam. Aplikasi tersebut berfungsi merekam interaksi antara peserta selama kegiatan berlangsung, dan secara otomatis akan menutup jika interaksi tersebut tidak sesuai. Selain itu, aplikasi ini dilengkapi dengan fitur kamera untuk mencegah kemungkinan kecurangan, menjamin keadilan dalam kompetisi. Mata pelajaran yang menjadi fokus perlombaan kali ini adalah matematika, yang diharapkan dapat mendorong siswa untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis dan analitis mereka. Nasri Sakamole menambahkan, "Seorang pemimpin atau guru tidak akan memiliki prestasi yang bisa dibanggakan jika hanya bekerja dengan cara biasa-biasa saja. Semua orang bisa menduduki posisi jika hanya sekadar melakukan pekerjaan tanpa memberikan nilai lebih." Ia menekankan bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang mampu meninggalkan jejak kesuksesan dan mengubah cara berpikir. Dengan demikian, di masa depan, madrasah dan institusi pendidikan lainnya diharapkan dapat mencetak juara-juara yang tak tergoyahkan di berbagai perlombaan. Inisiatif ini diharapkan menjadi langkah awal untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut. ANTARA