JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pemerintah Indonesia telah membentuk sebuah tim pengawasan yang bertujuan untuk mengawasi pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 di Aceh dan Sumatera Utara. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, dalam sebuah podcast yang berlangsung di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Ariotedjo menekankan bahwa pembentukan tim pengawasan tersebut telah diatur melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2024, yang ditandatangani pada tanggal 31 Juni. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa PON tahun ini berjalan dalam koridor yang sah dan sesuai dengan prosedur. "Segenap peristiwa yang terjadi selama pelaksanaan PON akan dievaluasi," ujar Ariotedjo, merujuk pada pernyataan resmi dari kantornya yang diterima. Pernyataan ini merupakan tanggapan terhadap keluhan yang disampaikan oleh masyarakat di media sosial mengenai penyelenggaraan PON yang baru saja berlalu. Menteri ini menekankan pentingnya untuk tidak membiarkan isu-isu, termasuk tuduhan korupsi, menjadi viral dan tidak ditanggapi. "Oleh karena itu, saya ingin menegaskan bahwa kami memiliki tim khusus yang akan merespons keluhan masyarakat," tegasnya. Tugas tim pengawasan ini tidak hanya terbatas pada PON 2024, tetapi juga mencakup pengawasan terhadap penyelenggaraan Pekan Paralimpik Nasional mendatang di Jawa Tengah, sesuai dengan pernyataan dari Sekretariat Kabinet. Meski terdapat kritik, Ariotedjo memberikan apresiasi terhadap kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan penyelenggaraan PON ke-21 yang berlangsung dari tanggal 9 hingga 20 September menjadi sebuah acara nasional yang sukses. "Alhamdulillah, untuk berkoordinasi dengan daerah, kami mendapatkan dukungan penuh dari Bapak Presiden Joko Widodo, yang telah mendelegasikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono," tambahnya. Dia juga memberikan pujian kepada Aceh dan Sumatera Utara atas keberhasilan mereka dalam menyiapkan 65 venue yang layak untuk acara olahraga tersebut. "Sebagian besar kontingen, pemerintah daerah, serta atlet merasa puas," ungkapnya. Menteri pun menyoroti edisi PON yang akan datang, mengungkapkan harapannya agar pemerintah selanjutnya lebih fokus pada olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade dan Asian Games. Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur dijadwalkan menjadi tuan rumah PON ke-22 yang akan diselenggarakan pada tahun 2028. ANTARA