JAKARTA –
**Borneonews - Jambi**, Provinsi Jambi baru-baru ini menghadapi tantangan serius terkait pembuatan dan distribusi informasi mengenai potensi bencana. Hal ini terutama setelah kejadian angin puting beliung yang mengakibatkan sejumlah besar kerusakan pada bangunan, termasuk rumah warga, pada beberapa hari yang lalu. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batanghari Jambi, Ansori, mengungkapkan bahwa pentingnya kecepatan dalam menyampaikan informasi terkait bencana semakin mendesak. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah sesi daring berjudul *Teropong Bencana*, yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah, termasuk Jakarta. Pada Senin, 23 September, angin puting beliung yang diperkirakan memiliki kecepatan lebih dari 30 knot menghantam beberapa desa di Kecamatan Pemayung dan Muara Bulian, Batanghari. Akibat dari peristiwa tersebut, sebanyak 74 rumah, tiga gedung sekolah, dan satu fasilitas pemerintah mengalami kerusakan yang parah dan sebagian besar bahkan hampir rata dengan tanah. Informasi terbaru dari BPBD Batanghari mengungkapkan, sebanyak 216 jiwa warga di wilayah Pemayung dan Muara Bulian terkena dampak dari bencana ini, yang sebagian di antaranya terpaksa mengungsi demi keamanan. Ansori juga menyoroti bahwa kurangnya pemahaman masyarakat dalam merespons situasi darurat adalah salah satu faktor yang perlu menjadi perhatian. Namun, ia menambahkan, masalah utama yang menyebabkan dampak kerusakan menjadi cukup besar adalah lambatnya distribusi informasi peringatan dini mengenai potensi bencana. Faktor ini diakibatkan oleh keterbatasan teknologi serta minimnya sumber daya yang berkaitan dengan kebencanaan di Jambi, khususnya di Batanghari. Lebih lanjut, pihak BPBD menekankan perlunya evaluasi terkait masalah ini dan pentingnya keterlibatan lintas sektor untuk membahas solusi yang lebih efektif, sehingga bisa meminimalkan risiko bencana di masa yang akan datang. Meskipun situasi pasca-bencana cukup mengkhawatirkan, Ansori memastikan bahwa ratusan korban yang terdampak saat ini dalam kondisi baik. Mereka telah menerima bantuan kebutuhan dasar dalam jumlah yang memadai. Sementara itu, proses perbaikan atas kerusakan yang terjadi masih dalam tahap pengumpulan data dan asesmen, yang melibatkan Dinas PUPR Kabupaten Batanghari. ANTARA