JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pertemuan antara PDI Perjuangan (PDIP) dan presiden terpilih Prabowo Subianto saat ini masih tergantung pada keputusan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Hal ini disampaikan oleh Eriko Sotarduga, yang menjabat sebagai Ketua DPP PDIP, dalam sebuah keterangan resmi yang dikeluarkan di Jakarta. "Sejujurnya sampai saat ini, belum ada kepastian mengenai pertemuan tersebut. Saya baru saja berbincang dengan Bung Ronny dan rekan-rekan lainnya mengenai hal ini," jelas Eriko pada konferensi pers yang berlangsung pada hari Kamis. Menurutnya, keputusan ini sepenuhnya merupakan hak prerogatif Megawati, dan mereka semua diminta untuk menunggu perkembangan lebih lanjut. Ketika ditanya oleh wartawan mengenai kemungkinan posisi PDIP dalam pemerintahan Prabowo-Gibran jika pertemuan ini terjadi, Eriko menegaskan bahwa PDIP tidak mengenal istilah *koalisi* dan *oposisi* dalam kerangka ketatanegaraan. "Secara hukum, tidak ada konsep tentang koalisi atau oposisi. Betul, kan Bung Rony, sebagai orang yang mengerti hukum. Istilah tersebut tidak ada dalam konteks formal," ujarnya. Lebih lanjut, Eriko mengajak semua pihak untuk menantikan perkembangan mengenai pertemuan ini dengan penuh kesabaran. Dia menekankan bahwa hubungan pribadi antara Megawati dan Prabowo sejatinya tidak memiliki kendala berarti. "Secara pribadi, saya mengetahui bahwa Ibu Ketua Umum dan Pak Prabowo sangat dekat. Bahkan, ini bukan rahasia bahwa hubungan mereka sudah terjalin sejak masa pemerintahan Ibu Mega di mana Prabowo juga pernah menjadi bagian dari pemerintahan tersebut. Mari kita tunggu dan lihat bagaimana situasi ini akan berkembang," tutup Eriko. Konferensi pers ini diselenggarakan di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, dan dihadiri oleh beberapa anggota DPP lainnya. ANTARA