JAKARTA –
**Borneonews - Papua Tengah**, Prajurit TNI dari Satuan Tugas Batalyon Infanteri Raider 323/Buaya Putih Kostrad, yang berada di bawah Komando Operasi Habema, meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan masyarakat saat melaksanakan patroli di Kampung Wuloni, Ilaga, Provinsi Papua Tengah. Interaksi ini dilaksanakan sebagai bagian dari pendekatan komunikasi sosial antara tentara dan warga setempat. Panglima Komando Operasi Habema, Brigadir Jenderal TNI Lucky Avianto, melalui siaran pers yang diterima, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya TNI untuk mendekatkan diri kepada masyarakat dan memahami kebutuhan serta tantangan yang dihadapi mereka di daerah penugasan. Hal ini sejalan dengan tujuan untuk mendukung percepatan pembangunan di Papua yang menjadi bagian dari program pemerintah. Inisiatif prajurit dari Satgas Yonif 323 Kostrad ini menunjukkan komitmen mereka dalam menjalankan tugas yang tak hanya sebatas pengamanan, namun juga menjalin komunikasi yang harmonis dengan warga di sekitar. Pada Rabu (25/9), anggota Satgas Yonif 323 melakukan patroli yang merupakan bagian dari Operasi Pengamanan Perbatasan Mobile Indonesia-Papua Nugini, yang dilaksanakan sepanjang tahun di Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Selama patroli, pasukan yang dipimpin oleh Kapten Infanteri Honest mengunjungi penduduk setempat, melakukan pembicaraan dan berbagi pengalaman. Dalam foto-foto yang dirilis oleh Satgas Media Koops Habema, terlihat prajurit berinteraksi dengan anak-anak di Kampung Wuloni, menandakan upaya mereka membangun kedekatan dengan generasi muda. Dalam interaksinya, prajurit juga menyampaikan informasi mengenai situasi terkini di Kampung Wuloni yang dianggap relatif aman dan kondusif. Salah satu warga, Zakaria Murib, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kunjungan tersebut. “Semoga Tuhan memberkati,” ungkap Zakaria kepada para prajurit yang hadir. Komandan Satgas Yonif 323 Kostrad, Letnan Kolonel Infanteri Tri Wiratno, menambahkan bahwa kegiatan komunikasi sosial ini merupakan wujud kepedulian TNI dalam mendengarkan keluhan dan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, komunikasi sosial menjadi elemen penting yang selalu diintegrasikan dalam setiap kegiatan patroli yang dilakukan oleh prajurit di Papua. ANTARA