JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Mandiri Sekuritas telah melakukan revisi terhadap proyeksi pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan target baru mencapai 7.800 untuk skenario dasar. Sedangkan untuk skenario bullish, targetnya lebih optimis, yaitu di angka 8.000 pada akhir tahun 2024. Dalam sebuah acara yang diselenggarakan secara virtual, Adrian Joezer, Kepala Riset Ekuitas Mandiri Sekuritas, menjelaskan bahwa proyeksi ini didasari oleh harapan bahwa ekonomi Amerika Serikat akan mengalami *soft landing*. Adrian menyampaikan, "Kami melihat ada peluang bagi pertumbuhan saham. Dari segi valuasi, masih ada potensi untuk mendorong indeks terlebih lagi menjelang akhir tahun ini." Revisi proyeksi ini menunjukkan pergeseran dari estimasi sebelumnya, di mana Mandiri Sekuritas memprediksi IHSG akan berada di level 7.460 untuk skenario dasar dan 7.640 untuk skenario bullish. Adrian menambahkan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi perubahan ini adalah analisis mengenai kebijakan-kebijakan masa depan yang kemungkinan akan mendukung pertumbuhan ekonomi. Dari sisi potensi portofolio dan imbal hasil, hubungan dengan pemangkasan suku bunga acuan yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) dan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) turut memberikan kontribusi. Dalam keterangannya, BI telah memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, dari 6,25 persen menjadi 6 persen, sementara The Fed mengurangi tingkat suku bunga acuannya mencapai 4,75-5,00 persen dengan pemangkasan sebesar 50 basis poin. "Masih terdapat ruang untuk pertumbuhan di kalangan investor, baik asing maupun domestik. Valuasi saham di IHSG saat ini masih terdiskon, yang menciptakan peluang baik untuk investasi," pungkas Adrian. ANTARA