JAKARTA –
**Borneonews - New Delhi**, Kedutaan Besar India yang berlokasi di Beirut, ibu kota Lebanon, telah mengeluarkan pernyataan yang menekankan pentingnya bagi warganya untuk meninggalkan Lebanon seiring dengan meningkatnya serangan dari pasukan Israel di wilayah selatan dan timur negara tersebut. Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pada malam hari tanggal 25 September, kedutaan menyampaikan bahwa situasi di kawasan Timur Tengah telah mengalami perkembangan yang signifikan dan eskalasi yang berpotensi membahayakan keselamatan. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi warga negara India untuk menunda perjalanan ke Lebanon sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Kedutaan juga mengingatkan mereka yang saat ini berada di Lebanon untuk mengambil langkah-langkah pencegahan, termasuk meninggalkan negara tersebut. Bagi mereka yang memilih untuk tetap tinggal, disarankan agar tetap waspada, membatasi aktivitas di luar rumah, serta menjaga komunikasi yang baik dengan Kedutaan Besar India di Beirut. Sebelumnya, pada bulan Agustus, pemerintah India telah mengeluarkan peringatan serupa. Peringatan terbaru ini datang di tengah peningkatan ketegangan regional yang dipicu oleh serangan udara Israel di Lebanon, yang dimulai pada pagi hari tanggal 23 September. Menurut data yang dirilis oleh otoritas kesehatan Lebanon, serangan tersebut telah mengakibatkan hampir 610 orang kehilangan nyawa dan lebih dari 2.000 terluka. Konflik antara kelompok Hizbullah di Lebanon dengan Israel juga semakin intensif, menyusul serangan gencar Israel terhadap Jalur Gaza yang telah mengakibatkan lebih dari 41.500 kematian, sebagian besar di antaranya merupakan wanita dan anak-anak. Ini merupakan tanggapan terhadap serangan lintas batas yang dilakukan oleh kelompok Hamas pada bulan Oktober tahun lalu. Komunitas internasional kini semakin khawatir akan potensi konflik ini yang bisa meluas ke area yang lebih luas di wilayah Timur Tengah, dan telah mengeluarkan peringatan mengenai pentingnya untuk menghindari serangan lebih lanjut terhadap Lebanon. ANTARA