**Borneonews - Ambon**, Akademisi dari Universitas Pattimura (Unpatti) kini tengah berupaya untuk mengembangkan varietas pisang endemik yang berasal dari Maluku, bernama pisang *tongka langit*, menjadi komoditas yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Langkah ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
Pisang *tongka langit*, berdasarkan penjelasan Prof. Adriana Hiariej dari Fakultas MIPA Unpatti, memiliki berbagai potensi olahan yang menarik, seperti mie, keripik pisang, tepung, hingga roti pisang. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa pisang ini kurang diminati sebagai sumber pangan komersial dibandingkan dengan varietas pisang lainnya.
"Dapat dikatakan bahwa hanya sedikit petani yang mau membudidayakan pisang ini karena nilai ekonominya tidak bersaing dengan jenis pisang yang lebih populer," ungkapnya. Pisang *tongka langit* memiliki karakteristik unik, di mana tangkai buahnya tumbuh tegak lurus ke atas, sesuai dengan nama daerahnya yang berarti "topang langit". Keunikan ini terlihat jelas ketika tandan pisang tumbuh ke atas, berbeda dengan pisang lainnya yang umumnya menggantung ke bawah.
Selain memiliki ciri fisik yang mencolok, pisang ini juga dikenal akan ukuran buahnya yang lebih besar serta warna kuning yang lebih mencolok dibandingkan pisang biasa. Masyarakat setempat bahkan sering memanfaatkan pisang *tongka langit* sebagai bahan pengobatan alami, karena kaya akan beta karoten dan antioksidan. Kandungan tersebut dapat meningkatkan sistem imun, melawan radikal bebas, serta berfungsi dalam pencegahan berbagai penyakit, termasuk masalah pada mata, kulit, dan jantung.
Prof. Hiariej juga menjelaskan tentang inisiatif unit produksi yang diberi nama akronim *Tolangit*, bertujuan untuk mengoptimalkan nilai ekonomi dari pisang *tongka langit*. Bersama sejumlah mahasiswa, ia terlibat langsung dalam penciptaan produk-produk yang berbasis penelitian dari survei hingga analisis. Rencananya, produk-produk Tolangit tersebut akan disosialisasikan kepada para petani pisang di daerah tersebut.
Produk pisang *tongka langit* ini biasanya ditawarkan dalam pameran UKM yang diadakan di Kota Ambon, dengan harga yang relatif terjangkau, berkisar antara Rp15.000 hingga Rp30.000 per sisir. Upaya ini tidak hanya berpotensi meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga memperkenalkan kepada masyarakat tentang keunikan dan manfaat pisang *tongka langit* sebagai bagian dari warisan lokal yang perlu dilestarikan.
ANTARA
Pengembangan Pisang Tongka Langit untuk Perekonomian Maluku
Bagikan:

AMBON –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Razia Narkoba, 32 Sopir Angkutan Batubara di Barito Timur Jalani Tes Urine
Komentar (0)
Memuat komentar…







