JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Tiga pasangan calon (paslon) yang bersaing dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2024 telah sepakat untuk melibatkan para purnawirawan pejabat pemerintah provinsi sebagai upaya untuk menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi ibu kota. Calon wakil gubernur DKI dengan nomor urut 2, Kun Wardana, mengungkapkan selama dialog dengan Forum Purna Pejabat DKI, bahwa keahlian dan pengalaman yang dimiliki oleh para senior dari Universitas DKI dan pejabat eselon satu serta dua sangat berharga untuk kemajuan kota. Ia menyatakan, "Kami akan mengundang para senior yang memiliki lebih dari 40 tahun pengalaman. Apabila diperlukan, kami akan membentuk Dewan Penasehat Gubernur." Menurut Kun, sangat disayangkan jika potensi dan pengetahuan para pakar tersebut tidak dimanfaatkan untuk memberikan kontribusi pada kebijakan yang dapat mendorong perkembangan Jakarta. Ia juga telah menerima beberapa masukan berharga dari para purnawirawan pejabat tentang langkah-langkah yang perlu diambil untuk memajukan ibu kota. Sementara itu, Suswono, calon wakil gubernur DKI nomor urut 1, menegaskan komitmennya untuk mengedepankan transparansi dalam proses pengisian jabatan-jabatan birokrasi. "Dalam kepemimpinan RIDO, pemilihan untuk posisi-posisi di birokrasi akan dilakukan dengan transparan," ujarnya. Suswono menambahkan bahwa pengalaman para purnawirawan pejabat ini dapat berfungsi sebagai kekuatan tambahan untuk mendukung visi-misi yang telah disusun oleh calon gubernur Ridwan Kamil. Ridwan Kamil, sebagai calon gubernur, juga berjanji untuk memanfaatkan pengalaman para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sebelumnya menjabat guna mendukung kolaborasi dalam program-program yang dirancang. "Kita memiliki prinsip kolaborasi, contohnya dalam pementasan kegiatan penghijauan dan pengelolaan lingkungan, di mana mereka dapat turut berpartisipasi," ungkap Ridwan. Rano Karno, calon wakil gubernur DKI nomor urut 3, menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang terbuka, partisipatif, dan bertanggung jawab dengan memanfaatkan ilmu serta pengalaman dari para pemimpin sebelumnya. "Karena untuk membangun Jakarta secara berkelanjutan, kolaborasi antara semua pihak sangat diperlukan," tegas Rano. Dalam hal kerja sama antar wilayah, Pramono-Rano berencana untuk meningkatkan kolaborasi di kawasan aglomerasi guna membahas berbagai permasalahan perkotaan dan mengoptimalkan potensi wilayah tersebut. Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta telah mengumumkan tiga pasangan calon yang akan bertanding dalam Pilkada DKI Jakarta pada Minggu (22/9). Pasangan-pasangan tersebut meliputi Pramono Anung-Rano Karno (Pram-Doel), Ridwan Kamil-Suswono (RIDO), dan Dharma Pongrekun-Kun Wardana (Dharma-Kun) yang merupakan kandidat independen. Pasangan Ridwan Kamil-Suswono diusung oleh koalisi besar yang terdiri dari berbagai partai, antara lain Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera, Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Solidaritas Indonesia, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Garuda, Partai Gelora, Partai Perindo, dan PPP. Sementara pasangan Pramono-Rano Karno didukung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Hanura. Pasangan Dharma-Kun adalah satu-satunya yang maju dari jalur independen dalam Pilkada Jakarta kali ini. ANTARA