PALU –
**Borneonews - Poso**, Badan Bank Tanah telah mempersiapkan lahan seluas 2.900 hektare di Napu, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah. Lahan ini direncanakan untuk pengembangan industri sapi perah serta pengolahan susu yang mendukung sektor pertanian dan peternakan. Deputi Perencanaan Strategis dan Pengadaan Tanah, Perdananto Aribowo, dalam penjelasannya yang disampaikan di Palu pada hari Kamis, menuturkan bahwa area sebesar 2.900 hektare merupakan bagian dari total luas lahan seluas 6.647 hektare. Saat ini, lahan tersebut berada di bawah status hak pengelolaan lahan (*HPL*) yang dikelola oleh Badan Bank Tanah. Perdananto juga menekankan bahwa Badan Bank Tanah telah mempersiapkan master plan untuk pengembangan industri tersebut. Rencana ini mencakup penataan area peternakan dan perkebunan yang terbuka bagi masuknya investor. Optimisme mengenai kedatangan investor dianggap dapat memberikan dukungan terhadap program pemerintah yang telah dicanangkan, termasuk inisiatif yang diusung oleh Presiden Joko Widodo serta program oleh presiden terpilih Prabowo Subianto. Program-program tersebut juga berkaitan dengan promosi konsumsi susu sebagai bagian dari kegiatan makan siang gratis yang dianjurkan bagi masyarakat. Lahan yang berlokasi di Napu, Poso, memiliki karakteristik topografi yang relatif datar dengan ketinggian antara 1.048 hingga 1.400 meter di atas permukaan laut. Dalam hal aksesibilitas, lahan tersebut dilalui oleh jalan provinsi yang menghubungkan Jalan Dongi-Dongi Watumaeta dengan lebar sekitar 4 meter, sehingga memudahkan transportasi. Lokasi *HPL* di Poso ini dapat ditempuh dalam sekitar 117 kilometer dari Kota Palu. Badan Bank Tanah memberikan 'karpet merah' bagi para investor dengan menyediakan lahan yang memiliki kriteria yang baik untuk mendukung pembangunan industri sapi perah. Harapan besar diungkapkan Perdananto, bahwa proyek ini dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di Poso. Secara keseluruhan, diharapkan program ini dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan petani, menyerap angkatan kerja, serta menurunkan tingkat pengangguran dan kemiskinan di wilayah tersebut. Ia menambahkan bahwa lahan *HPL* yang dimiliki oleh Badan Bank Tanah di Lembah Napu telah memenuhi berbagai kriteria yang diperlukan. Antara lain adalah lahan yang dalam kondisi *clean and clear*, dilengkapi dengan infrastruktur jalur logistik yang memadai, serta lokasinya yang strategis dan mudah dijangkau menuju Ibu Kota Nusantara (*IKN*). ANTARA