JAYAPURA –
**Borneonews - Jayapura**, Pemerintah Kota Jayapura, Papua, mengajak masyarakat untuk menghindari praktik politik identitas dan politik uang. Dalam konteks pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024, masyarakat diharapkan dapat cerdas dalam memilih calon pemimpin yang memiliki visi untuk membangun Kota Jayapura ke arah yang lebih baik di masa depan. Penjabat Wali Kota Jayapura, Christian Sohilait, pada Kamis, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Pilkada bukan hanya tanggung jawab dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), tetapi juga melibatkan peran aktif dari para kandidat serta masyarakat. Menurutnya, penting bagi semua elemen untuk berkolaborasi dalam menjaga agar proses pemilihan berlangsung aman dan sukses. Sohilait menambahkan bahwa tahapan kampanye akan berlangsung dalam waktu yang cukup panjang. Oleh sebab itu, masing-masing kandidat diharapkan mampu menyampaikan visi dan misinya secara efektif kepada publik. Dia juga mengingatkan bahwa periode kampanye sering kali rawan timbulnya konflik, sehingga diperlukan kerjasama yang baik untuk menjaga ketertiban. Lebih lanjut, Sohilait menjelaskan bahwa KPU Kota Jayapura telah melaksanakan deklarasi kampanye damai bagi pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota pada Rabu lalu. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam menciptakan suasana pilkada yang damai. "Setiap warga negara memiliki hak untuk menyalurkan suara mereka pada saat pemungutan suara yang dijadwalkan pada 27 November 2024," tambahnya. Sementara itu, Ketua KPU Kota Jayapura, Martapina Anggai, menekankan bahwa deklarasi kampanye damai merupakan langkah penting dalam membangun komitmen bersama untuk menciptakan tahapan kampanye yang damai serta meningkatkan partisipasi politik di kalangan masyarakat. Dia mengajak semua pihak untuk berkomitmen mewujudkan Pilkada Kota Jayapura yang aman, damai, dan tepat waktu, sehingga dapat menghasilkan pemimpin yang dapat memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ANTARA