BORNEONEWS, Kapuas - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas menargetkan perikanan budidaya air tawar dalam tahun 2016 akan tercapai. Produksi perikanan Kapuas Januari – Maret 2016 sebanyak 3.764,89 ton, periode II (April – Juni) sebanyak 3.726,68 ton.
“Sampai saat ini jumlah produksi ikan 7.491,57 ton dengan target akhir tahun 2016 sebanyak 14.498,49 ton atau sudah memenuhi 51,67%,” kata Arjoni, Kabid Budidaya Perikanan, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kapuas, Rabu (10/8/2016).
Melihat data produksi perikanan lanjut Arjoni, pihaknya optimistis dapat mencapai targetnya di akhir tahun. Mengingat upaya memberikan bantuan bibit ikan kepada kelompok petani, baik menggunakan anggran APBD sekitar 10.000 benih dan APBN sekitar 10.000 benih untuk 4-5 kelompok.
“Bantuan itu kami berikan untuk peningkatan produksi perikanan baik kelompok di Minapolitan di Desa Basarang, Kecamatan Basarang atau pun kelompok tani perikan budidaya ikan air tawar di luar minapolitan,” ungkapnya.
Pemberian benih tersebut kata Arjoni lagi, lengkap sekalian pakan dan kapur dolomit yang berguna untuk menetralkan pH air. Kapur tersebut diperlukan karena kondisi air di Kapuas cenderung asam. Apabila terjadi musim kemarau kualitas air akan berubah.
“Jadi, kapurnya kami berikan terlebih dahulu dua minggu sebelumnya untuk persiapan penetralan air yang membutuhkan waktu selama 5-7 hari,” imbuhnya.
Sebelum diberikan kapur, pihaknya melalui penyuluh akan memberikan sosialisasi terkait penggunaannya. Kapur agar ditaburkan di sekeliling kolam yang kondisi airnya jernih atau terdapat tanaman sejenis jarum. Jangan terkecoh dengan air jernih, kebanyakan pH air (Keasaman) air tinggi pascahujan dan kemarau air asin akan masuk.
"Selain itu, juga memberikan sosialisasi terkait perubshan iklim, karena akan mempengaruhi tingkat pH air, kendala di lapangan kebanyakan lebih memanfaatkan sistim tutup buka. Kalau Pemerintah pusat memberikan Pos Pelayanan Ikan Terpadu (Posikandu) untuk pelayanan konsultasi penyakit ikan,” katanya.








