MAKASSAR –
**Borneonews - Makassar**, Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Zudan Arif Fakrulloh, memberikan apresiasi kepada Kepala Dinas Kesehatan setempat, Ishak Iskandar. Apresiasi ini diungkapkan atas inisiatif yang menggagas dua program penting, yaitu Gerakan Ayo ke Posyandu dan Gerakan Toilet Bersih Hidup Sehat. Dalam sambutannya pada acara yang diselenggarakan di Makassar, Zudan mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada kepala dinas kesehatan atas respon yang cepat dalam mengatasi masalah kebersihan toilet. Ia menggarisbawahi bahwa *toilet bersih* sangatlah krusial bagi kesehatan masyarakat dan merupakan bagian dari gerakan hidup sehat yang perlu didorong. Acara tersebut juga diwarnai dengan penyerahan piagam penghargaan kepada sejumlah institusi, seperti sekolah, masjid, gereja, dan pasar yang telah berkomitmen menjaga kebersihan toilet. Ini merupakan suatu bentuk kepedulian terhadap kesehatan lingkungan. Lebih lanjut, Zudan mengingatkan bahwa program Ayo ke Posyandu tidak hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi juga sebagai platform bagi masyarakat dan pemerintah untuk berkomunikasi mengenai pentingnya pendidikan. Ia menginginkan upaya pencegahan stunting dan pernikahan usia dini menjadi perhatian utama yang dibahas di posyandu. “Posyandu seharusnya dapat menjadi tempat diskusi mengenai jumlah anak yang bersekolah, pencegahan stunting, dan isu penting lainnya,” ujarnya. Ia juga menekankan kepada seluruh kepala daerah di kabupaten dan kota agar bersinergi dalam menurunkan angka stunting, dengan target pengurangan hingga 10 persen di masing-masing wilayah. Sementara itu, Ishak Iskandar, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan hasil kolaborasi antara dinas kesehatan dengan masyarakat. Dia mengungkapkan bahwa penilaian *toilet bersih* akan dilakukan secara menyeluruh di Provinsi Sulsel. “Selain itu, kami juga menerapkan inovasi gerakan gizi untuk mencegah stunting di berbagai daerah, dengan harapan angka stunting dapat menurun hingga 14 persen. Kegiatan ini kami laksanakan dari tingkat desa, dan mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi di posyandu,” jelasnya. Ishak menambahkan bahwa inovasi dalam program Gerakan Kesehatan Masyarakat (*Germas*) sudah dimulai di tingkat pusat oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Sulsel dan pemerintah daerah di kabupaten dan kota se-Sulsel akan melanjutkan inisiatif ini. "Inovasi ini tidak sulit, kita hanya perlu menduplikasi apa yang telah dijalankan dalam program *Germas* dari Kementerian Kesehatan. Mari bersama-sama berpartisipasi ke posyandu," ujarnya. Acara ini turut dihadiri oleh dinas kesehatan dari berbagai kabupaten dan kota di Sulsel, serta para bupati dan wali kota, termasuk perwakilan dari posyandu dan tamu undangan lainnya, menandakan komitmen bersama untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di provinsi ini. ANTARA