JAKARTA –
**Borneonews - Temanggung**, Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan, dan Informasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Sukaryo Teguh Santoso, menegaskan bahwa fungsi reproduksi pria tidak akan terganggu setelah menjalani prosedur kontrasepsi vasektomi. Teguh menyatakan, masih terdapat anggapan di kalangan masyarakat bahwa laki-laki yang menjalani vasektomi tidak mampu melakukan ereksi atau ejakulasi. Ia menekankan, hal tersebut tidaklah benar. "Pria tetap bisa berfungsi secara normal, tidak ada alasan untuk khawatir," tuturnya saat menghadiri perayaan puncak Hari Kontrasepsi Sedunia di Temanggung, Jawa Tengah. Lebih lanjut, Teguh menjelaskan bahwa salah satu tantangan dalam meningkatkan partisipasi masyarakat pada program vasektomi adalah kurangnya pemahaman mengenai prosedur tersebut. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan upaya komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) yang disampaikan secara masif dan berkelanjutan. Para kader dan tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam menjelaskan manfaat vasektomi kepada masyarakat. "Memang, minimnya pemahaman sering kali membuat pasangan tidak setuju untuk melaksanakan vasektomi. Oleh karena itu, kami berusaha untuk terus melakukan KIE. Meski demikian, situasi telah mulai membaik dan strategi KIE juga melibatkan akseptor vasektomi untuk memotivasi orang lain," jelasnya. Sebagai contoh, inovasi yang diterapkan di Jawa Tengah bernama "Lanang Sejati" telah membentuk kelompok akseptor vasektomi yang mengedukasi teman-teman mereka untuk ikut berkontribusi dalam program keluarga berencana. Teguh juga menegaskan bahwa layanan vasektomi dapat diakses secara gratis di semua fasilitas kesehatan. Pemerintah juga telah menyiapkan dana alokasi khusus untuk memberikan jaminan hidup selama istirahat bagi pria yang menjalani prosedur tersebut selama tiga hari. "Kami menjamin bahwa layanan ini 100 persen gratis di seluruh fasilitas kesehatan. Setelah menjalani vasektomi, pasien diminta untuk beristirahat selama satu hingga tiga hari, dan adanya kompensasi didanai oleh pemerintah daerah," ungkapnya. Ia menambahkan, proses vasektomi umumnya tidak menyebabkan rasa sakit yang berarti dan waktu pemulihan pun relatif cepat. "Meskipun disarankan untuk beristirahat, biasanya dalam waktu tiga hari pasien sudah dapat kembali beraktivitas," ungkap Teguh. Teguh juga menjelaskan perbedaan antara vasektomi dan khitan. "Khitan adalah prosedur yang melibatkan pemotongan ujung penis, sementara vasektomi bersifat lebih dalam, di mana *vas deferens* yang membawa sperma dari testis ke penis dipotong atau disumbat," jelasnya. Ia menekankan bahwa prosedur vasektomi lebih mudah dalam hal perawatan, serta efektivitasnya dalam menekan angka kelahiran dalam jangka panjang. "Operation-nya lebih sederhana meskipun melibatkan teknik mini laparoskopi pada organ perut atau panggul. Namun, bagi pria, prosedur tersebut lebih praktis. Selain itu, lelaki cenderung mempertahankan kesuburannya hingga usia tua, sedangkan wanita dibatasi oleh usia menopause yang rata-rata terjadi pada usia 49 tahun," tambahnya. Perayaan puncak Hari Kontrasepsi Sedunia yang berlangsung di Kabupaten Temanggung mencatatkan capaian pelayanan kontrasepsi yang signifikan, dengan total 1.880.577 akseptor di seluruh provinsi berdasarkan data terakhir BKKBN pada 24 September 2024. Capaian ini menunjukkan angka partisipasi sebesar 132,75 persen. ANTARA