BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarmasin** Universitas Lambung Mangkurat (ULM) telah mengambil langkah penting dengan membentuk tim khusus untuk percepatan pemulihan akreditasi, yang dinamakan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT). Pembentukan tim ini merupakan respons atas penurunan akreditasi yang dialami ULM, dari kategori A menjadi C, akibat sanksi yang diberikan kepada sebelas guru besar melalui pembatalan surat keputusan. Wakil Rektor bidang Akademik ULM, Iwan Aflanie, menyatakan keyakinannya untuk segera memulihkan akreditasi tersebut. Ia mengutip surat dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang memberikan tenggat waktu dua bulan bagi ULM untuk mengajukan akreditasi ulang. Hal ini menunjukkan komitmen ULM untuk memperbaiki status akreditasinya. Sebagai ketua tim, Iwan juga mengungkapkan bahwa meskipun terjadi penurunan akreditasi, skor saat ini yang dimiliki ULM tetap berada pada angka 355. Ia menekankan bahwa untuk mendapat akreditasi dengan status A, BAN-PT telah menetapkan persyaratan skor minimal sebesar 325. Oleh karena itu, penilaian yang lebih mendalam dilakukan melalui mekanisme Pemantauan Evaluasi Peringkat Akreditasi (*PEPA*), sebagai ukuran yang lebih komprehensif terhadap kualitas institusi. Iwan menegaskan bahwa timnya akan berusaha keras untuk mengembalikan akreditasi ULM ke kategori A. Ini merupakan bentuk tanggung jawab yang besar terhadap semua pihak yang terlibat dalam lingkungan akademik dan masyarakat luas. Tim AIPT juga sedang menyiapkan berbagai dokumen, termasuk sembilan borang yang mencakup kriteria luaran dan capaian dari tridharma perguruan tinggi. Selain itu, Senat ULM juga mengambil inisiatif untuk membentuk tim pemeriksa internal. Tim ini bertugas untuk menyelidiki lebih dalam mengenai kasus yang terjadi dan berkolaborasi dalam upaya memulihkan nilai akreditasi ULM. Sebelumnya, ULM berhasil mempertahankan akreditasi dengan kategori A, yang pertama kali diraih pada tahun 2019 oleh BAN-PT, dengan nilai akreditasi saat itu adalah 365, dan berlaku hingga 5 Maret 2024. ANTARA