JAKARTA –
**Borneonews - London**, Penumpang yang berada di sejumlah stasiun kereta terpadat di Inggris mengalami gangguan akses layanan *Wi-Fi* publik akibat pelanggaran keamanan siber. Kejadian ini memicu penyebaran pesan bertema Islamofobia yang muncul di halaman login *Wi-Fi* tersebut pada Rabu malam, menjadi perhatian serius bagi para penumpang. Pesan-pesan yang terpapar berisi konten Islamofobia dan merujuk pada insiden teror sebelumnya di Inggris. Hal ini menimbulkan keresahan di kalangan penumpang yang berusaha untuk terhubung dengan layanan yang disediakan. Untuk menanggapi situasi ini, Network Rail segera menghentikan akses *Wi-Fi* di 19 stasiun yang terkena dampak di seluruh Inggris. Di antara stasiun-stasiun tersebut adalah Manchester Piccadilly, Birmingham New Street, dan 11 stasiun utama di London, dengan pengecualian untuk St. Pancras. Pihak Network Rail menjelaskan bahwa layanan *Wi-Fi* publik, yang disediakan oleh kontraktor pihak ketiga, beroperasi secara mandiri dan tidak mengumpulkan data pribadi pengguna. Seorang juru bicara dari Network Rail menuturkan bahwa pelanggaran ini telah ditangani secara cepat dan saat ini tengah dilakukan penyelidikan lebih lanjut. “Tadi malam, insiden keamanan siber memengaruhi *Wi-Fi* publik di 19 stasiun yang dikelola Network Rail, dan akses pun langsung dinonaktifkan,” ungkap juru bicara tersebut. Ia menambahkan bahwa setelah pemeriksaan keamanan berakhir, diharapkan layanan akan kembali berfungsi sebelum akhir pekan. Polisi Transportasi Inggris (BTP) juga memberikan konfirmasi mengenai laporan serangan ini yang diterima pada sore hari di hari yang sama. BTP saat ini bekerja sama dengan Network Rail untuk mendalami pelanggaran keamanan yang terjadi. Kejadian ini menyoroti pentingnya sistem keamanan yang kuat dalam layanan publik untuk melindungi pengguna dari potensi ancaman siber. ANTARA