BORNEONEWS, Muara Teweh - Anggota Komisi IV DPR RI, H Hamdhani menilai Barut berpotensi besar mencapai swasembada pangan. Untuk itu, Ketua DPP Partai NasDem bidang Otonomi Daerah itu, mensupport pengembangan pertanian di Kabupaten Barito Utara (Barut) dengan mengusahakan bantuan berupa alat dan mesin pertanian (Alsintan). Barito Utara memiliki potensi untuk menjadi swasembada pangan, melihat lahan yang ada.
“Dengan itu saya akan memberikan bantuan alsintan kepada Barito Utara berupa 30 pompa air pertanian dan 2 unit mesin tanam roda empat,” ujar Hamdhani kepada para petani saat peninjauan lapangan di Desa Trahean, Kecamatan Teweh Selatan, didampingi Bupati Barut, H Nadalsyah dan Kadistankannak, Setia Budi serta beberapa unsur pemerintahan Barito Utara lainnya, Rabu (10/8/2016).
Hamdhani juga mengusahakan hasil pertanian berupa beras untuk dapat diterima Bulog. Selama ini petani terkendala harus mencapai target pemasukan beras yang diminta oleh Bulog yakni 25 ton. Menurutnya hasil petani pada musim panen tidak mencukupi target yang dilayangkan Bulog.
“saya sudah menghubungi Sub Divre Bolog Kalteng untuk dapat menerima hasil pertanian para petani berapapun hasilnya, sehingga para petani dapat menjualnya ke Bulog,” terangnya.
Menurutnya, beras yang telah dihasilkan oleh para petani di Kabupaten Barito Utara sudah dapat memenuhi ketentuan dari Bulog, namun hanya kuantitas belum dapat terpenuhi. “saat ini bagi petani sudah bisa menjual beras kepada Bulog walaupun berapa ton yang mereka capai.”
Hamdhani juga telah menggagas asuransi pertanian, yang akan menunjang kebutuhan pertanian, sehingga apabila pertanian gagal dapat diganti. “Saat ini gagasan tersebut masih dalam pembahasan di pemerintah pusat.”
Bupati Barito Utara, H Nadalsyah menambahakan bahwa pemerintah juga sudah memberikan kemudahan bagi petani dengan pemberian alsintan, dan bibit. Jadi, lanjut Nadalsyah, hanya tinggal petani yang harus memiliki semangat untuk bertani. “Petani saat ini sangatlah diperhatikan oleh pemerintah. Diharapkan pertanian dapat ditingkatkan.” (DN/N).








