JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri melaksanakan program edukasi bagi para camat dengan tujuan untuk memperkuat penanggulangan bencana di tingkat kecamatan. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk bimbingan teknis yang dikenal dengan nama Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) dan berlangsung di Jakarta. Pelaksana Harian Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Amran, menjelaskan bahwa proses bimbingan teknis ini sangat penting untuk memastikan pemahaman yang memadai di kalangan camat mengenai peran strategis mereka dalam sistem penanggulangan bencana. Amran mengingatkan, "Camat harus lebih siap dan masyarakat perlu dilatih agar terampil dalam menghadapi bencana sehingga risiko yang ditimbulkan dapat diminimalisasi." Lebih lanjut, Amran menegaskan bahwa kegiatan bimtek bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan kapasitas para peserta dalam melaksanakan program Gerakan Kencana. Bimbingan teknis ini juga bertujuan untuk menguji coba sistem pelaporan, monitoring, dan evaluasi yang telah dibangun melalui aplikasi *SI-KENCANA*. Amran menekankan pentingnya kesiapan setiap kecamatan dalam menghadapi ancaman bencana sambil melindungi warganya. Oleh karena itu, masyarakat harus didorong untuk menjadi tangguh, terlatih, dan terbiasa melakukan tindakan penyelamatan saat situasi darurat muncul. Dalam laporannya, Pelaksana Harian Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran (MPBK), Pramudya Ananta Boga, menjelaskan bahwa kegiatan bimtek ini bertujuan untuk memperkuat komitmen pemangku kepentingan dari tingkat provinsi hingga kecamatan dalam melaksanakan program tersebut. Saat ini, sekitar 237 kecamatan dari 15 kabupaten/kota telah mendeklarasikan diri untuk berpartisipasi dalam Gerakan Kencana. Amran menambahkan, dalam upaya mitigasi risiko bencana, pembentukan Kecamatan Tangguh Bencana merupakan langkah strategis. Hal ini bertujuan untuk memastikan setiap kecamatan memiliki rencana dan kesiapsiagaan yang baik dalam menghadapi ancaman bencana dengan melibatkan semua pemangku kepentingan serta mengoptimalkan pelayanan publik dari pemerintah. "Kecamatan memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan adanya layanan standar pelayanan minimal pada sub-urusan bencana serta memperpendek rentang kendali dalam pelayanan publik," jelasnya. Amran berharap keterlibatan kecamatan dalam Gerakan Kencana dapat meningkatkan penyelenggaraan penanggulangan bencana, terutama dalam mempercepat respons pemerintah daerah. Keterlibatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perbaikan dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana di daerah, dengan prioritas pada tiga layanan dasar. Selama kegiatan bimtek ini, sebanyak 94 peserta hadir secara luring dan 192 peserta secara daring. Mereka berasal dari berbagai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi dan kabupaten/kota, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta bagian tata pemerintahan, termasuk kecamatan yang telah mendeklarasikan ikut serta dalam Gerakan Kencana. ANTARA