**Borneonews - Temanggung**, Pelaksana Tugas Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sundoyo mengungkapkan bahwa program keluarga berencana (*family planning*) berperan krusial dalam menciptakan keluarga yang berkualitas dan sekaligus berkontribusi pada penurunan angka stunting. Pernyataan ini disampaikan dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia.
Sundoyo menjelaskan bahwa efek dari program keluarga berencana terhadap stunting sangat signifikan. Terlalu seringnya ibu melahirkan dapat meningkatkan risiko stunting pada anak. Oleh karena itu, BKKBN bersama pemerintah berupaya untuk mendorong pembentukan keluarga berkualitas.
Menurutnya, penyebab stunting tidak hanya terletak pada faktor gizi, melainkan juga harus ditangani sejak perencanaan keluarga. Ia menambahkan, pencegahan stunting seharusnya dimulai dari tahap perencanaan, di mana pasangan suami istri perlu mempertimbangkan dengan matang kapan dan berapa banyak anak yang akan dilahirkan.
Sundoyo juga menggarisbawahi pentingnya prinsip dua anak sehat, yang diyakini dapat melahirkan generasi berkualitas dan mendukung bonus demografi Indonesia. Dalam pandangannya, dengan terciptanya sumber daya manusia yang unggul, Indonesia diharapkan dapat bersaing secara global pada tahun 2045.
Lebih lanjut, BKKBN telah menjalin kerjasama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) untuk mempromosikan program berencana, yang diharapkan dapat meningkatkan jumlah keluarga yang ideal. Ia menyatakan bahwa memiliki dua anak sehat lebih bermanfaat daripada memiliki banyak anak yang tidak produktif, karena hal itu dapat memberikan beban ekonomi bagi keluarga dan masyarakat.
Sundoyo juga menyampaikan pentingnya penyediaan air bersih melalui program TNI AD Manunggal Air. Ketersediaan air bersih yang layak tidak hanya mendukung kesehatan keluarga, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk pertanian. Dengan meningkatkan akses air bersih, petani di daerah tersebut dapat meningkatkan hasil panen dari satu kali dalam setahun menjadi dua hingga tiga kali.
Menurutnya, ketika pendapatan keluarga meningkat, maka kualitas gizi yang diterima oleh anak-anak juga akan membaik, yang pada akhirnya dapat membantu menurunkan angka stunting.
Sementara itu, Asisten Teritorial Kepala Staf TNI AD Mayjen TNI Joko Hadi Susilo menyatakan bahwa program TNI AD Manunggal Air bertujuan untuk memberdayakan Babinsa di desa-desa, yang telah terintegrasi dengan penyuluh kesehatan. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas keluarga dan mencegah stunting.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan Babinsa dalam sinergi dengan penyuluh kesehatan meliputi penyediaan sumur bor untuk memfasilitasi akses terhadap air bersih. Selain itu, TNI AD juga berkomitmen untuk meningkatkan partisipasi dalam program keluarga berencana melalui kolaborasi dengan prajurit di seluruh wilayah.
Puncak perayaan Hari Kontrasepsi Sedunia berlangsung di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, dengan pencapaian layanan kontrasepsi Keluarga Berencana sebanyak 1.880.577 akseptor. Angka ini menunjukkan tingkat keberhasilan layanan kontrasepsi sebesar 132,75 persen, dengan data terakhir yang tercatat oleh BKKBN pada tanggal 24 September 2024.
ANTARA
BKKBN dan TNI AD Kolaborasi Turunkan Stunting Lewat KB Berkualitas
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Komentar (0)
Memuat komentar…







