KENDARI –
**Borneonews - Kendari**, Ratusan mahasiswa dari Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo (UHO) melaksanakan aksi teatrikal dan pembakaran lilin sebagai bentuk penghormatan pada lima tahun wafatnya dua mahasiswa, Yusuf Kardawi dan Randi. Keduanya tewas dalam sebuah demonstrasi yang menolak Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UHO, Muhammad Iksan Salwi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan hanya berupa pertunjukan teatrikal, tetapi juga mencakup mimbar bebas. Mimbar tersebut bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menyuarakan pendapat terkait kasus tragis yang menimpa Yusuf dan Randi. "Tujuan utama dari kegiatan malam ini ialah untuk mewujudkan kembali kesadaran bahwa pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) masih terjadi, khususnya terkait dengan kasus Yusuf Kardawi dan Randi, yang hingga saat ini belum ada penyelesaian dari pihak kepolisian dan pemerintah," imbuhnya. Iksan menekankan pentingnya keterlibatan semua elemen masyarakat, termasuk aparatur kepolisian, untuk bersama-sama mengusut kembali kasus ini dan mencari tahu siapa yang berada di balik hilangnya nyawa Yusuf Kardawi. Di sisi lain, Endang Yulida, ibu dari Yusuf Kardawi, mengungkapkan bahwa ia terus menjalin komunikasi dengan pihak kepolisian mengenai perkembangan kasus kematian anaknya. Dia menyatakan bahwa pihak kepolisian masih kesulitan dalam mengumpulkan alat bukti serta saksi-saksi yang mendukung dalam penyelidikan kasus tersebut. "Saya berharap ada titik terang untuk kasus Yusuf," tuturnya, menunjukkan harapan bahwa keadilan akan segera ditemukan. Endang Yulida juga menegaskan bahwa ia siap menanti keadilan yang akan datang pada waktu yang tepat. Dalam pantauan di lokasi, acara dimulai di Jalan Abdullah Silondae. Mahasiswa diajak untuk berpartisipasi dalam mimbar bebas, memberikan kesempatan bagi mereka untuk berorasi. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan puisi yang penuh makna. Kemudian, para mahasiswa menampilkan pertunjukan teatrikal yang mencerminkan aksi demonstrasi yang terjadi pada tahun 2019, yang berujung pada hilangnya nyawa Yusuf Kardawi dan Randi. Kegiatan ini merupakan pengingat bagi semua pihak akan pentingnya keadilan dan penegakan HAM di Indonesia. ANTARA