JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menekankan pentingnya proses kaderisasi sebagai strategi utama dalam membangun organisasi yang modern dan tangguh. Ia menyatakan bahwa kekuatan organisasi akan mengurangi kemungkinan terjadinya gangguan atau pergeseran dalam struktur internal. Yahya, yang akrab disapa Gus Yahya, menyampaikan hal tersebut saat mengadakan pertemuan dengan para pengurus NU wilayah Jawa Barat di Gedung PBNU. Dalam acara yang dilangsungkan di Jakarta, ia menekankan bahwa setiap individu yang ingin menjadi pengurus NU wajib mengikuti *Pendidikan Kader NU*. Dengan adanya pendidikan kader yang sistematis, diharapkan pengurus NU mampu beradaptasi dan menjalankan tugas-tugas mereka dengan lebih efektif. Gus Yahya mendorong para pengurus NU di tingkat wilayah dan cabang untuk terus meningkatkan program kaderisasi. Ia juga mengingatkan agar pengurus tetap berfokus pada pelaksanaan agenda-agenda kerja yang berkaitan dengan kepentingan komunitas. Selain itu, ia memberikan pengarahan tentang bagaimana tugas dan tanggung jawab para ulama harus senantiasa selaras dengan perkembangan zaman. Ia menegaskan bahwa para ulama NU memiliki komitmen untuk menjaga dan bertanggung jawab atas organisasi ini. Lebih jauh, Gus Yahya menggarisbawahi pentingnya tetap menjaga visi dan tujuan hakiki dalam setiap langkah yang diambil oleh kader-kader NU, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan. "Apapun yang terjadi pada perjalanan NU ini, jangan sampai kader-kader NU melupakan tujuan hakiki mereka," imbuhnya. Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, Juhadi Muhamad, melaporkan bahwa pengurus NU se-Jawa Barat telah melaksanakan berbagai program kaderisasi secara konsisten. Hingga saat ini, jumlah peserta yang telah mengikuti program kaderisasi mencapai sekitar 10 ribu orang. "Kami terus berkomitmen untuk mencetak kader-kader unggul," tuturnya. Dengan demikian, sampai saat ini Jawa Barat menempati urutan keempat dalam hal jumlah kader NU terbanyak di Indonesia, setelah Lampung, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. ANTARA