JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) berkomitmen untuk mendorong kemandirian penyandang disabilitas dengan memberikan peluang untuk berwirausaha. Hal ini menjadi salah satu fokus utama kementerian dalam percepatan inklusivitas ekonomi. Sekretaris Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop UKM, Bagus Rahman, menjelaskan bahwa penyandang disabilitas memerlukan dukungan dan pelatihan yang tepat. Dalam rangka itu, Kemenkop UKM telah melaksanakan pelatihan vokasi yang ditujukan untuk para pelaku usaha dari kelompok penyandang disabilitas. Kegiatan ini dilaksanakan di Makassar dan dihadiri oleh 30 peserta dari kalangan penyandang disabilitas. Pelatihan ini tidak hanya merupakan inisiatif kementerian, tetapi juga merupakan bagian dari amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Undang-undang ini menegaskan posisi penyandang disabilitas sebagai subjek, bukan hanya objek. Oleh karena itu, keterlibatan mereka dalam sektor ekonomi sangat penting dan tidak bisa diabaikan. Dukungan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kemenkop UKM, Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Sulawesi Selatan, dan Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Islam Makassar. Bagus menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian program yang sudah dimulai sejak tahun 2021, dengan pola yang serupa di berbagai kota di Indonesia. "Kami menggandeng berbagai mitra dari elemen yang berbeda untuk bersama-sama menyukseskan program pengembangan usaha mikro, khususnya bagi teman-teman disabilitas," jelas Bagus. Dalam upaya meningkatkan inklusivitas, Kemenkop UKM memiliki tiga fokus utama. Pertama, mereka berkomitmen untuk memberikan akses pendidikan yang inklusif serta mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan penyandang disabilitas. Kedua, Kemenkop UKM berencana untuk melakukan penelitian dan pengembangan teknologi yang dapat menolong penyandang disabilitas di dalam mencapai kemandirian dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi. Ketiga, kementerian juga berupaya untuk memperkuat kemitraan dengan berbagai komunitas yang ada untuk mendukung program pemberdayaan bagi penyandang disabilitas. Bagus percaya bahwa setiap individu, termasuk yang berasal dari kalangan penyandang disabilitas, memiliki potensi dan kemampuan yang harus didorong serta difasilitasi. Hal ini penting untuk mendorong mereka menjadi pelaku usaha mikro yang mandiri dan produktif. ANTARA