**Borneonews - Jakarta**, Seorang antropolog dari Universitas Indonesia, Dr. Adhalina Maria, mengungkapkan bahwa perempuan memiliki peran yang sangat signifikan dalam ekosistem rempah-rempah, baik dalam konteks publik yang menyangkut perdagangan maupun dalam ranah domestik yang berkaitan dengan pengolahan rempah itu sendiri.
Dalam sebuah diskusi yang berlangsung di Jakarta Barat pada hari Kamis, Dr. Adhalina menjelaskan bahwa perempuan berperan sebagai "juru kunci" dalam menjaga keberlanjutan perdagangan rempah. Ia menekankan bahwa perempuan memiliki dua ruang aktivitas, yakni ruang domestik dan ruang publik.
Di ruang domestik, perempuan berfungsi sebagai penjaga tradisi yang menjaga pengolahan rempah-rempah untuk berbagai keperluan, yang meliputi kuliner, pengobatan, produk kecantikan, serta kebersihan rumah. Dr. Adhalina memberikan contoh, seperti penggunaan rempah dalam masakan tradisional Nusantara yang hampir selalu melibatkan berbagai jenis rempah. Selain itu, ia menuturkan penggunaan cengkeh sebagai obat batuk atau kayu manis untuk menghilangkan bau tak sedap di lemari es.
Di sisi lain, dalam ruang publik, perempuan berperan aktif dalam distribusi dan penjualan rempah-rempah di pasar. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan kontribusi pada perekonomian, tetapi juga berpotensi untuk mengubah norma-norma patriarki yang telah mengakar. Perdagangan rempah yang dilakukan oleh perempuan menunjukkan bahwa mereka mampu melepaskan diri dari batasan domestik yang selama ini menghambat peran mereka di luar rumah.
Lebih lanjut, Dr. Adhalina menjelaskan bahwa keberadaan perempuan dalam perdagangan rempah menjadi refleksi dari kontribusi mereka dalam perekonomian keluarga. Ini memungkinkan mereka untuk menjajarkan kedudukan dengan laki-laki, menciptakan keseimbangan yang lebih baik dalam rumah tangga. "Dengan berdagang rempah, perempuan dapat memperkuat posisi mereka sehingga tidak mengalami domestikasi dan subordinasi," tandasnya.
Dino Kusnadi, seorang diplomat Madya dari Direktorat Asia Timur Kementerian Luar Negeri, menekankan betapa pentingnya memperkuat posisi rempah-rempah sebagai elemen kunci dari jati diri bangsa Indonesia. Ia menegaskan bahwa rempah-rempah seharusnya diakui sebagai bagian integral dari identitas nasional yang tidak dapat terpisahkan dari negara lain.
Dino juga mencatat bahwa khasiat rempah-rempah telah dikenal di berbagai belahan dunia. Sejarah panjang perdagangan rempah Indonesia di tingkat global memberikan modal berharga untuk menjadikan rempah-rempah sebagai simbol identitas nasional. "Warisan ini masih hidup dan mengakar dalam jiwa bangsa kita. Ini merupakan kebutuhan mendasar untuk menceritakan kepada dunia bahwa Indonesia dikenal sebagai bangsa rempah," ujarnya.
ANTARA
Peran Perempuan dalam Ekosistem Rempah-rempah di Indonesia
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Ubed ke Final French Open setelah Tundukkan Lanier
Rachel/Febi Gagal ke Final French Open
Lewis Hamilton Tercepat dalam Sesi Latihan Bebas GP Amerika Serikat
Timnas Indonesia U15 Menang Telak atas Fiji, Hariri dan Dicky Dua Gol
Leo/Daniel Kandas di Semifinal French Open
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Komentar (0)
Memuat komentar…







