**Borneonews - Banjarmasin**, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Selatan kini dalam keadaan siaga menghadapi kemungkinan penyebaran virus Cacar Monyet, atau yang lebih dikenal dengan nama *MonkeyPox*, meskipun hingga saat ini belum terdapat kasus positif yang terdeteksi di wilayah tersebut.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelayanan Krisis dan Epidemi Dinkes Provinsi Kalsel, Sri Wahyuni, menyatakan bahwa pihaknya tetap berkomitmen untuk menerapkan strategi pencegahan dan penanggulangan secara efektif. Pernyataan ini disampaikan dalam kegiatan Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas komunikasi risiko terkait kesehatan.
Sri menjelaskan bahwa Dinkes Provinsi Kalsel menjalankan kolaborasi intensif dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam rangka pencegahan dan penanganan kasus *MonkeyPox*, yang juga dikenal dengan nama *Mpox*. Dalam upaya tersebut, Dinkes Kalsel telah menyiapkan beberapa langkah strategis guna memastikan bahwa potensi penyebaran virus ini dapat dikelola dengan baik.
Di antara langkah-langkah pencegahan yang telah direncanakan adalah pemeriksaan di area perbatasan, termasuk di bandara dan pelabuhan. Proses ini melibatkan berbagai institusi, seperti Dinkes Provinsi Kalsel, puskesmas, puskesmas pembantu, laboratorium, dan kegiatan komunikasi risiko yang terintegrasi.
Salah satu peran penting Dinkes Provinsi Kalsel adalah dalam hal *surveilans* apabila terdapat kasus atau informasi tentang individu yang menunjukkan gejala. Dalam situasi tersebut, Dinkes akan segera melakukan penyelidikan epidemiologi dan koordinasi serta pengambilan sampel untuk pemeriksaan genom *Mpox*, seperti yang dilakukan terhadap pasien yang menunjukkan gejala di Banjarbaru.
Sri juga menekankan pentingnya komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk tenaga kesehatan, dan para juru kunci komunitas yang berpotensi memiliki risiko tinggi terpapar penyakit ini. Komponen utama yang menjadi perhatian adalah kelompok tertentu, seperti Lelaki Seks Lelaki (LSL), pengidap HIV/AIDS, serta individu yang melakukan perilaku seksual yang menyimpang.
Melalui KIE dan saluran media, kami berupaya memberikan penjelasan tentang langkah-langkah pencegahan *Mpox*, mengenali ciri dan gejala, serta terapi yang perlu diterapkan, serta pentingnya isolasi jika ada yang menunjukkan gejala terkait, ujarnya.
Sri mengakui bahwa kegiatan yang diselenggarakan Kemenkes sangat bermanfaat, terutama dalam hal komunikasi dan koordinasi dengan berbagai sektor yang berkepentingan, termasuk Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Biro Administrasi Pimpinan (Adpim), Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Peternakan, Dinas Sosial, dan Palang Merah Indonesia (PMI).
ANTARA
Dinkes Kalsel Siaga Hadapi Ancaman Cacar Monyet Tanpa Kasus
Bagikan:

BANJARMASIN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Jaringan Perompak Kapal Diringkus Polisi, Kerugian Korban Capai Ratusan Juta
Polda Kalteng Utamakan ETLE dan Tilang Teguran pada Operasi Patuh Telabang 2026
Seorang Anak 12 Tahun Diduga jadi Pelaku Pembakaran di Banjarmasin
Warga dan Satgas Bina Marga Bersihkan Drainase Jalan P Antasari Pangkalan Bun
Jalan Tjilik Riwut Ujung Landasan Bandara H Asan Sampit Ditutup Permanen
Hotspot Barito Timur Terus Menurun, Tiga Titik Terdeteksi di Banua Lima
Komentar (0)
Memuat komentar…







