PALEMBANG –
**Borneonews - Muara Enim**, Pemerintah Kabupaten Muara Enim di Sumatera Selatan telah meluncurkan program tanam cabai secara serentak di 22 kecamatan. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mengendalikan harga dan mengatasi potensi inflasi di daerah tersebut. Penjabat Bupati Muara Enim, Henky Putrawan, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pangan. Pemanfaatan sumber daya pertanian lokal, terutama di Bumi Serasan Sekundang, menjadi fokus utama dalam inisiatif ini. Kegiatan penanaman cabai yang dilakukan bersamaan ini sejalan dengan instruksi dari Pemerintah Pusat, yang menekankan pentingnya pengendalian inflasi. Program ini menyasar beberapa komoditas yang menjadi penyebab utama inflasi, seperti beras, cabai merah, cabai rawit, gula, dan bawang merah. Melalui gerakan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih menyadari pentingnya memanfaatkan lahan kosong di pekarangan rumah mereka untuk pertanian, khususnya untuk menanam cabai dan tanaman palawija lainnya. Hal ini menjadi strategi untuk meningkatkan kemandirian pangan di tingkat rumah tangga. Meskipun saat ini angka inflasi di Kabupaten Muara Enim tercatat di bawah rata-rata nasional, yaitu sebesar 1,52 persen, Henky Putrawan tetap mengingatkan akan kemungkinan lonjakan harga di masa mendatang. Ia menekankan bahwa program tanam cabai serentak ini merupakan langkah preventif untuk menghadapi situasi tersebut, guna memastikan ketahanan pangan yang lebih baik dalam komunitas. ANTARA