BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarbaru**, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan melakukan upaya pembasahan lahan di Kota Banjarbaru guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini diambil seiring dengan penilaian situasi yang menunjukkan bahwa musim kemarau masih berlangsung. Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, R. Suria Fadliansyah, menjelaskan inisiatif ini usai mengadakan rapat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, serta lembaga pemangku kebijakan dan organisasi masyarakat. Pertemuan tersebut berlangsung di Asrama Haji Embarkasi Banjarbaru. Suria menambahkan, meskipun sebelumnya daerah tersebut sempat mengalami hujan, kondisi saat ini masih dalam fase musim kemarau. Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran tetap diutamakan. Menurutnya, pembasahan lahan merupakan langkah yang tepat untuk menjaga agar kebakaran tidak meluas. Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah menginformasikan bahwa Provinsi Kalimantan Selatan masih berada dalam fase musim kemarau. Sehubungan dengan hal ini, BPBD berkolaborasi dengan Balai Wilayah Sungai Kalimantan dalam menyiapkan berbagai sarana dan prasarana yang diperlukan untuk pembasahan lahan. "Personel kami sudah siap untuk melaksanakan tindakan ini. Kami tidak perlu menunggu lama; kemungkinan besok (Jumat) kami akan mulai melakukan pembasahan di sekitar Jalan Golf, yang terletak di ujung Kota Banjarbaru," jelas Suria. Selain itu, BPBD juga telah memperkuat kapasitas anggotanya melalui pelatihan dan simulasi kerja sama dengan berbagai pihak, seperti TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, relawan Barisan Pemadam Kebakaran, serta kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA). Para personel BPBD telah berhasil memperoleh 30 sertifikat terkait penanganan bencana dari Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB), sebagai pengakuan atas kemampuan mereka dalam mengatasi situasi darurat. Sesuai dengan arahan Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan terus menekankan pentingnya penguatan regulasi, pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana yang ada. Upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam menangani masalah kebakaran yang sering terjadi di daerah tersebut. ANTARA