**Borneonews - Beijing**, China mengeluarkan pernyataan kuat yang meminta Jepang untuk tidak mengirimkan kapal militer melalui Selat Taiwan. Tindakan ini dianggap penting dalam rangka menjaga kesepakatan prinsip *"Satu China"*.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dalam sebuah konferensi pers pada hari Kamis menjelaskan bahwa Jepang diharapkan untuk menghormati komitmennya serta bertindak dengan bijaksana terkait isu Taiwan. Ia menekankan perlunya Jepang untuk menghindari tindakan yang dapat mengganggu hubungan dengan China serta menciptakan ketidakstabilan di Selat Taiwan.
Sebelumnya, pada hari Rabu, kapal perusak JS Sazanami dari militer Jepang melintasi perairan Selat Taiwan dan menghabiskan lebih dari sepuluh jam dalam perjalanan ke selatan. Hal ini menjadi momen yang menarik perhatian karena merupakan pelayaran pertama yang dilakukan bersama kapal angkatan laut dari Australia dan Selandia Baru sejak berakhirnya Perang Dunia II.
Lin Jian menambahkan bahwa isu Taiwan adalah masalah kedaulatan dan integritas teritorial bagi China. Ia menyebutkan bahwa ini menjadi landasan politik dalam hubungan antara China dan Jepang serta merupakan garis merah yang tidak seharusnya dilanggar oleh pihak Jepang.
Selebihnya, Lin Jian juga menegaskan bahwa pihak militer China telah melakukan penanganan sesuai hukum dan regulasi terkait dengan masuknya kapal Angkatan Pertahanan Maritim Jepang ke dalam Selat Taiwan. Dalam konteks ini, China sangat waspada terhadap niat politik Jepang di balik tindakan tersebut dan telah mengajukan protes resmi.
Dalam pernyataan yang lebih luas, Lin Jian mengingatkan bahwa Jepang telah memberikan komitmen jelas dalam Pernyataan Bersama China-Jepang pada tahun 1972. Dalam dokumen tersebut, Jepang mengakui bahwa Pemerintah Republik Rakyat China (PRC) adalah satu-satunya pemerintahan China yang sah, dan PRC menegaskan bahwa Taiwan merupakan bagian integral dari wilayahnya.
Pada Rabu, kapal-kapal dari Angkatan Laut Australia dan Selandia Baru, termasuk HMAS Sydney dan HMNZS Endeavour, juga melintasi Selat Taiwan. Hal ini menjadi peristiwa pertama selama 17 tahun untuk Angkatan Laut Selandia Baru melintasi perairan tersebut.
Di sisi lain, pada hari yang sama, China juga mengumumkan bahwa mereka berhasil melakukan peluncuran rudal balistik antarbenua ke Samudra Pasifik. Peluncuran ini diperkirakan menjadi yang pertama dalam beberapa dekade terakhir dan berlangsung pada pukul 08.44 waktu setempat.
Kementerian Pertahanan China menegaskan bahwa Pasukan Roket mereka meluncurkan sebuah ICBM yang membawa hulu ledak tiruan ke lautan. Namun, peluncuran tersebut menimbulkan reaksi dari negara-negara kawasan, termasuk Jepang, yang mengekspresikan kekhawatiran karena mereka merasa tidak diberitahu sebelumnya.
Meski demikian, Lin Jian membantah tudingan kurangnya pemberitahuan kepada Jepang, menjelaskan bahwa peluncuran itu merupakan bagian dari rencana pelatihan rutin tahunan yang mematuhi hukum dan praktik internasional, serta tidak ditujukan kepada negara atau target tertentu.
Sebagai informasi tambahan, Kementerian Pertahanan Taiwan juga melaporkan bahwa pada hari Kamis terdapat 43 pesawat tempur dan sembilan kapal perang China terdeteksi di dekat wilayah Taiwan dalam kurun waktu 24 jam terakhir.
ANTARA
China Desak Jepang Hindari Kapal Militer Melintasi Selat Taiwan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Komentar (0)
Memuat komentar…







