JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Berbagai isu penting dalam perekonomian telah dilaporkan, khususnya mengenai kenaikan harga beras dan estimasi penerimaan dari pemanfaatan pasir laut. Laporan ini mencakup pernyataan dari para pejabat terkait yang perlu dicermati untuk memahami kondisi ekonomi saat ini. Salah satu isu yang mendapat perhatian adalah harga beras di Indonesia. Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa tingginya harga beras lokal dipicu oleh harga beras impor yang ditetapkan melalui skema *free on board* (FOB). Penjelasan ini diharapkan dapat memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai faktor-faktor yang memengaruhi fluktuasi harga beras di pasar dalam negeri. Ekonomi Indonesia juga dihadapkan pada sejumlah tantangan global. Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, mengemukakan ada risiko besar yang dapat dihadapi perekonomian nasional jika Donald Trump, calon presiden dari Partai Republik Amerika Serikat, berhasil memenangkan pemilihan umum tahun 2024 mendatang. Analis situasi politik luar negeri ini penting untuk diperhatikan, mengingat dampak yang dapat ditimbulkan terhadap stabilitas ekonomi domestik. Di sisi lain, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Agus Harimurti Yudhoyono, memberikan jaminan bahwa sertifikat tanah yang berbasis elektronik dapat digunakan sebagai agunan saat mengajukan kredit di bank. Kebijakan ini diharapkan memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan properti mereka dalam mendapatkan pinjaman. Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, juga menyampaikan bahwa rencana pemindahan pelabuhan masuknya barang impor ke wilayah Indonesia timur akan diserahkan kepada pemerintahan berikutnya. Langkah ini menunjukkan adanya perencanaan yang berkelanjutan dan perhatian terhadap distribusi barang yang lebih merata di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, Direktur Penerimaan Bukan Pajak Kementerian Keuangan, Wawan Sunarjo, menjelaskan bahwa potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari pemanfaatan pasir laut dapat mencapai Rp2,5 triliun untuk setiap 50 juta meter kubik. Angka ini menunjukkan potensi besar yang bisa dimanfaatkan untuk memperkuat pendapatan negara melalui sumber daya alam. Dengan demikian, informasi yang dirangkum di atas sangat penting bagi masyarakat untuk memahami berbagai dinamika yang terjadi dalam perekonomian Indonesia saat ini. ANTARA