**Borneonews - Jerusalem**, Meskipun hasil jajak pendapat menunjukkan bahwa lebih dari setengah dari penduduk Amerika Serikat (AS) berpendapat bahwa bantuan militer kepada Israel seharusnya dibatasi, pemerintah Washington tetap melanjutkan penyediaan dukungan militer yang berarti kepada Tel Aviv.
Pernyataan resmi dari Israel mengungkapkan bahwa pada hari Kamis, negara tersebut akan menerima paket bantuan militer dari AS dengan nilai total mencapai 8,7 miliar dolar AS, yang setara dengan sekitar Rp131,6 triliun. Pengiriman paket bantuan ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya serangan besar oleh pasukan Israel ke Lebanon, yang dinyatakan sebagai serangan terbesar sejak konflik Lebanon tahun 2006.
Menurut Kementerian Pertahanan Israel, Mayor Jenderal Eyal Zamir, yang menjabat sebagai Direktur Jenderal, telah menyelesaikan negosiasi di Washington untuk mendapatkan paket dukungan militer yang signifikan. Paket bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung operasi militer yang sedang berlangsung di Israel.
Dalam rincian resmi, dijelaskan bahwa dari jumlah total bantuan, sekitar 3,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp52,96 triliun dialokasikan untuk pengadaan kebutuhan perang yang mendesak. Dana tersebut sudah diterima oleh Kementerian Pertahanan Israel (IMoD). Sedangkan sisanya, yaitu 5,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp78,69 triliun, akan digunakan untuk sistem pertahanan udara, meliputi *Iron Dome*, *David's Sling*, serta teknologi laser canggih.
Israel saat ini memiliki beberapa sistem intersepsi rudal, termasuk *David's Sling*, *Arrow*, dan *Iron Dome*, yang semuanya berperan penting dalam strategi pertahanan negara tersebut.
Pernyataan Kementerian Pertahanan juga menegaskan bahwa dana dan peralatan yang disebutkan dalam paket bantuan akan segera disalurkan.
Sejak hari Senin, 23 September, Israel telah melakukan serangan ke Lebanon, yang menurut data Kementerian Kesehatan, telah menyebabkan setidaknya 677 orang tewas dan lebih dari 2.500 orang mengalami cedera. Konflik ini juga melibatkan kelompok perlawanan Lebanon, Hizbullah, yang telah terlibat dalam aksi lintas batas seiring dengan serangan Israel di Gaza. Serangan tersebut direspons setelah serangan lintas batas dilakukan oleh kelompok perlawanan Palestina, Hamas, pada tanggal 7 Oktober, yang telah menewaskan lebih dari 41.500 orang, sebagian besar merupakan wanita dan anak-anak.
Masyarakat internasional kini memberikan peringatan mengenai potensi eskalasi konflik ini di kawasan, karena tindakan militer di Lebanon dapat memperluas dampak dari situasi yang sudah tegang di Gaza.
ANTARA
Bantuan Militer AS ke Israel Capai Rp131,6 Triliun di Tengah Konflik
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Komentar (0)
Memuat komentar…







