PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Jean Steve, Ketua Emergency Response Palangka Raya (ERP) juga menyesalkan pernyataan mantan anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Yohanes Freddy Ering, terkait kurang sigapnya penanganan kebakaran di Gereja Maranatha. 

Jean Steve menyatakan kekecewaannya atas pernyataan tersebut. Ia menegaskan, bahwa tim relawan telah bekerja keras dan sigap dalam menangani kebakaran meskipun tantangan di lapangan sering kali sulit diatasi dengan cepat. 

Jean Steve berharap, pernyataan semacam itu tidak mematahkan semangat relawan yang bekerja tanpa pamrih untuk keselamatan masyarakat.

"Kurang sigap apalagi pak tim Damkar. Bukan cuma pemerintah kota, tapi juga tim swasta. Kalau tidak ke lapangan, tidak usah statement yang menyudutkan," ujar Jean, Kamis, 26 September 2024.

Jean juga menyampaikan bahwa timnya masih berada di area Gereja Maranatha pada pukul 20.00 malam untuk melakukan pemadaman api.

--page

Hal ini menunjukkan bahwa pihak relawan tetap berkomitmen untuk memastikan api benar-benar padam, meskipun tantangan di lapangan cukup besar. 

Jean menambahkan, pernyataan mengenai kurang sigapnya penanganan kebakaran tidak sepenuhnya sesuai dengan kenyataan di lapangan.

"Relawan telah bekerja keras sepanjang malam untuk mengatasi kebakaran tersebut," tandasnya.

Ungkapan kecewa sebelumnya disampaikan Ketua Pandulima, Azizurrahman. Ia menyatakan kekecewaannya terhadap pernyataan Yohanes Freddy Ering di Facebook yang menyebut aparat pemadam kebakaran kurang sigap.

Azis menilai, pernyataan tersebut tidak tepat dan kurang memahami realitas di lapangan, bahwa dalam penanganan emergensi seperti kebakaran, tentunya berbeda-beda sesuai dengan situasi dan kondisi.

"Seharusnya Pak Freddy bisa memahami permasalahan yang dihadapi para relawan pemadam kebakaran. Jangankan hanya di musim kemarau, di musim biasa pun kejadian darurat bisa terjadi kapan saja," katanya.

Azis menekankan bahwa para relawan pemadam kebakaran selalu siap siaga dalam menghadapi berbagai situasi darurat.

"Istilahnya tidak hanya bekerja selama 24 jam, tapi bisa dibilang 25 jam, kami selalu siap sedia, bahkan di luar jam kerja mereka," tegasnya sembari berharap Freddy Ering dapat memberikan klarifikasi terkait pernyataannya tersebut.

(MARINI/Y)