BORNEONEWS, Kapuas - Aksi bejat Ketua RT yang berinisial  G ini pun terbongkar saat adik dari korban SW bertengkar dengan SW dan mengolok-olok SW sambil menyanyi berisikan sindiran. Sindiran yang isinya ada rahasia besar yang akan dibongkar.

Awalnya sindiran itu didengar orang tua SW, namun tidak digubris. Tetapi karena adik dari SW sering menyanyikan sindiran itu, orang tua SW pun curiga.

Ibu SW pun menanyakan hal itu kepada SW. SW pun bercerita bahwa ia dilecehkan oleh kakek G. Dari situlah, kebejatan G terbongkar.

SW bercerita bahwa kakek G juga melecehkan D yang merupakan sepupu SW. Saat ini D ikut tinggal  atau dititipkan di rumah orang tua SW yang merupakan bibinya, karena orang tua D keduanya bekerja di luar kota.

Pengakuan SW pun membuat orang tua SW sangat terkejut dan terpukul. Orang tua SW pun bercerita dengan keluarga yang lain hingga membuat warga sekitar geger. Setelah terbongkar, korban lain yakni SA juga mengaku telah dicabuli kakek G bahkan sedikitnya sudah lima kali.

Warga yang marah mendengar hal itu pun langsung mencari kakek G yang ternyata juga merupakan mantir adat di desa setempat. Untungnya hal ini cepat diketahui pihak kepolisian yang langsung datang ke lokasi dan mengamankan kakek G yang nyaris diamuk massa pada Selasa sore sekitar pukul 16.00 Wib.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Kapuas IPDA Siti Rabiatul Adawiyah kala dikonfirmasi Rabu (10/8) membenarkan adanya kasus pencabulan tersebut. "Kini kakek G sudah kami amankan di Mapolres Kapuas. Saat ini kakek G dan tiga orang korban masih kami menjalani pemeriksaan. Untuk pengakuan sementara pencabulan, namun kita menunggu hasil visum dari ketiga korban apa terjadi pencabulan atau sudah pemerkosaan," ujar polwan yang akrab disapa Atul ini. (sri/*)