KUPANG –
**Borneonews - Kupang**, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Wilayah Nusa Tenggara Timur melalui UP2K Sumba telah berhasil menerangi sebanyak 65 desa yang berada di Kabupaten Sumba Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada periode Januari hingga Juli 2024. Manager UP2K Sumba, A Imam Krismanto, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan langkah awal untuk memberikan akses listrik yang lebih luas kepada masyarakat di daerah tersebut. Meskipun demikian, ia juga menegaskan bahwa upaya PLN belum sepenuhnya selesai. Saat ini, terdapat 45 desa lainnya di Sumba Tengah yang masih belum mendapatkan aliran listrik. PLN berkomitmen untuk terus menerangi wilayah Sumba, namun pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Sejak berdirinya PLN UP2K Sumba pada awal tahun 2023, upaya telah dilakukan untuk membangun jaringan listrik di 12 desa tambahan serta satu dusun, sehingga manfaat dari adanya listrik sudah mulai dirasakan oleh semua warga di Sumba Tengah. A Imam Krismanto juga menekankan harapannya agar tidak hanya Kabupaten Sumba Tengah, tetapi seluruh wilayah di tanah Marapu dapat menikmati akses terhadap energi listrik. Akses ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kehadiran listrik tidak hanya berfungsi untuk menerangi tempat tinggal, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan bagi sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat setempat. Dengan mengalirnya listrik ke desa-desa tersebut, menjadikan pencapaian ini sebagai hasil dari kolaborasi yang solid antar PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat dalam merealisasikan impian untuk menerangi seluruh sudut wilayah Sumba Tengah. Perjuangan untuk menghadirkan fasilitas listrik ini tidaklah mudah, membutuhkan investasi dalam pembangunan infrastruktur. Hingga kini, PLN telah membangun tambahan 50,33 kilometer sirkuit untuk jaringan tegangan menengah (JTM), 73,93 kilometer untuk jaringan tegangan rendah (JTR), serta mendirikan 12 gardu distribusi. Kesuksesan terbaru tercapai pada akhir Juli 2024, ketika Desa Manurara menjadi desa terakhir yang mendapatkan aliran listrik, sehingga PLN UP2K Sumba berhasil mencapai Rasio Desa Berlistrik (RDB) sebesar 100 persen di Kabupaten Sumba Tengah. Dengan pencapaian ini, Sumba Tengah menjadi kabupaten pertama di Pulau Sumba yang berhasil mencapai status tersebut, melengkapi langkah positif menuju kemajuan daerah. ANTARA