SEMARANG –
**Borneonews - Batang**, Pemerintah Kabupaten Batang di Provinsi Jawa Tengah tengah mengintensifkan upaya untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan. Langkah ini dilakukan melalui program inovatif yang diberi nama Sengkuyung, yang mengusung semangat *gotong royong*. Sri Purwaningsih, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah Kabupaten Batang, menjelaskan bahwa program Sengkuyung ini akan melibatkan seluruh elemen pemerintah, termasuk perangkat di tingkat RT dan RW. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak kendaraan bermotor serta melakukan validasi data secara efektif. Melalui pendekatan kolaboratif, RT setempat akan turun langsung menemui wajib pajak untuk memastikan informasi mengenai tunggakan pajak kendaraan. Mereka akan mengkonfirmasi alasan di balik tunggakan tersebut, seperti apakah kendaraan masih dimiliki, sudah dijual, mengalami kerusakan, atau hilang. Diharapkan, dengan cara ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya membayar pajak kendaraan dapat meningkat. Sri juga menambahkan bahwa laporan mengenai hasil pelaksanaan program Sengkuyung sudah dijadwalkan untuk dipresentasikan pada tanggal 3 Oktober 2024. Ia menyampaikan bahwa piutang pajak kendaraan di Kabupaten Batang masih cukup besar, merujuk pada data yang menunjukkan bahwa total piutang pajak kendaraan bermotor di Jawa Tengah saat ini mencapai sekitar Rp2,2 triliun. Selain itu, Sri mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, sistem perpajakan kendaraan di daerah ini akan mengalami perubahan yang signifikan. Pembayaran pajak kendaraan bermotor nantinya akan mencakup opsi pajak yang disetorkan langsung ke pemerintah daerah setiap hari, di mana 66 persen dari pajak tersebut akan dialokasikan ke Pemerintah Kabupaten Batang. Dengan adanya reformasi tarif ini, diharapkan tidak akan ada beban tambahan bagi wajib pajak, sehingga proses pembayaran bisa dilakukan dengan lebih mudah. Harapannya adalah reformasi ini mampu mengurangi piutang pajak serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kontribusi mereka terhadap pembangunan daerah. ANTARA