JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Seorang pengamat politik dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Ardli Johan Kusuma, menyatakan bahwa pendidikan politik adalah tanggung jawab yang harus diemban oleh semua elemen masyarakat. Hal ini penting untuk mewujudkan pemilihan umum yang berkualitas serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses tersebut. Ardli menjelaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan pemilu dapat diukur salah satu dari indikatornya, yaitu tingkat partisipasi masyarakat. Partisipasi ini tidak hanya terbatas pada hak suara, melainkan juga mencakup peran aktif dalam melakukan pengawasan terhadap jalannya pemilu atau pilkada. Jika partisipasi pemilih cukup tinggi, maka hasil pemilu akan lebih legitim dan bisa diterima oleh masyarakat. Ia menekankan pentingnya keterlibatan dalam pengawasan bersama, bukan hanya berfokus pada aspek pemilihan semata. Dengan demikian, kualitas pemilu bisa terjaga. Ardli percaya bahwa untuk mencapai tingkat partisipasi politik yang tinggi, diperlukan proses pendidikan politik yang efektif. Lebih jauh, ia menggarisbawahi bahwa pendidikan politik bukanlah tugas eksklusif pemerintah, penyelenggara pemilu, atau partai politik saja. Semua elemen masyarakat perlu berkontribusi dalam mencerdaskan rakyat mengenai pemilu. Dengan melibatkan semua lapisan masyarakat, dari yang tingkat bawah hingga atas, pengetahuan tentang pemilu dapat merata. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dan, pada akhirnya, kualitas pemilu itu sendiri. "Proses pendidikan politik seharusnya tidak sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Semua elemen masyarakat harus terlibat," tegas Ardli. Dalam konteks yang sama, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) berupaya mendukung partisipasi pemilih pemula dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Mereka telah mengadakan deklarasi untuk pemilih pemula sejalan dengan pencanangan Peringatan Hari HAM Sedunia yang ke-76. Menteri Hukum dan HAM, Supratman Andi Agtas, menyatakan bahwa pemilih pemula memiliki peran penting dalam membentuk masa depan bangsa. Setiap suara yang diberikan oleh mereka akan menjadi elemen krusial dalam menentukan arah kebijakan negara. "Pemilih pemula tidak hanya memiliki hak untuk memilih, tetapi juga harus bijak dalam menggunakan hak tersebut. Setiap suara merefleksikan harapan dan aspirasi kalian untuk masa depan," ujarnya dalam acara tersebut. ANTARA