JAKARTA –
**Borneonews - Bandung**, Karya musik yang tengah bersinar dari grup rock Rebellion Rose dan penyanyi folk Fanny Soegi ternyata menarik perhatian para 'jaksa' yang terlibat dalam program *DCDC Pengadilan Musik*. Kedua musisi yang berasal dari genre yang berbeda ini akan menjalani pertanyaan mendalam tentang perjalanan karier musik mereka. Acara DCDC Pengadilan Musik untuk Fanny Soegi dan Rebellion Rose dijadwalkan berlangsung di VOC Inlander Koffiehuis yang terletak di Kota Bandung. Pada sesi ke-58, Rebellion Rose akan menjadi musisi pertama yang diadili, yang berlangsung pada hari Jumat. Sementara itu, Fanny Soegi akan mengikuti pada edisi ke-59 yang akan diadakan pada tanggal 11 Oktober mendatang. Agus Danny Hartono, sebagai perwakilan dari DCDC, mengungkapkan bahwa baik Rebellion Rose maupun Fanny Soegi belakangan ini banyak dibicarakan oleh para penggemar musik. "Karya musik mereka sangat populer dan memberikan pengaruh yang signifikan bagi banyak orang, sehingga layak untuk dipanggil dan dibahas dalam DCDC Pengadilan Musik," ujar Agus dalam pernyataannya. Program DCDC Pengadilan Musik bertujuan untuk mengkaji dan menghargai karya-karya dari pelaku musik yang sedang berkembang di industri musik Indonesia. Konsep acara ini unik, menggabungkan unsur persidangan dengan suasana yang tidak sepenuhnya serius. Humor yang disampaikan oleh panelis diharapkan dapat memberikan semangat dan keceriaan selama acara berlangsung. Pada edisi ke-58, Rebellion Rose, yang berdomisili di Yogyakarta dan terbentuk sejak tahun 2008, diakui telah menciptakan sejumlah karya musik yang berhasil menyita perhatian para pecinta musik rock. Dengan tema kebersamaan dan perjuangan suara minoritas dalam lagu-lagu mereka, band ini baru saja merilis single terbaru berjudul *Dengan Tangan di Dada Ini Janjiku Padamu*. Menanggapi undangan untuk menghadiri DCDC Pengadilan Musik, anggota Rebellion Rose menyatakan kesiapan untuk menghadapi semua tantangan dari panelis. Vokalis Fyan Sinner menyatakan, "Kami tidak memiliki pilihan lain. Kami siap memberikan klarifikasi dan mempertahankan semua idealisme kami dalam bermusik." Pada sesi berikutnya, Fanny Soegi juga akan menjalani persidangan. Kariernya sebagai penyanyi folk yang unik dinilai cukup 'meresahkan' berkat vokalnya yang khas, melodi yang syahdu, serta lirik puitis yang memikat hati pendengarnya. Setelah meninggalkan band dan memilih untuk bersolo karier, Fanny baru saja merilis dua single baru berjudul *Dharma* dan *Arutala*. Perlu dicatat, acara DCDC Pengadilan Musik ini juga akan disiarkan secara langsung melalui kanal *YouTube* DCDC TV dan di website resmi mereka, www.dcdc.id, sehingga para penggemar dapat menyaksikan jalannya acara dari mana saja. ANTARA