**Borneonews - Sungailiat**, Pemerintah Kabupaten Bangka, yang terletak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, saat ini tengah berupaya melibatkan sektor swasta dalam penanganan masalah sampah yang menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA) Kenanga. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh pemerintah daerah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka, Ismir Rahmaddinianto, menegaskan bahwa kerjasama dengan pihak swasta sangatlah penting. "Keterlibatan pihak swasta dalam menangani tumpukan sampah di TPA ini menjadi sangat diperlukan mengingat anggaran pemerintah yang terbatas," ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dapat membantu menjawab tantangan dalam pengelolaan sampah.
Volume sampah yang terus meningkat di TPA Kenanga menjadi perhatian serius, mengingat sampah tersebut sudah hampir memakan jalan. Oleh karena itu, pemerintah daerah menilai perlunya penanganan yang cepat dan efektif. Menurut Ismir, selain dukungan dari swasta berupa penyediaan bahan bakar untuk alat berat, penambahan jam operasional di lapangan juga sangat diperlukan.
Namun, Ismir mengungkapkan bahwa penambahan jam operasional ini terkendala oleh pengaturan jam kerja tenaga kontrak yang harus diterapkan. Hal ini terjadi karena alasan efisiensi dan penghematan anggaran yang sama, yang membuat pengelolaan di TPA menjadi semakin menantang.
Saat ini, volume terakumulasi sampah di TPA tersebut tercatat telah melebihi seribu meter kubik. Sumber utama dari tumpukan sampah ini berasal dari berbagai lokasi, dan setiap harinya Kota Sungailiat menyuplai sekitar 60 ton sampah. Menyikapi hal ini, Ismir mengatakan bahwa sangat penting untuk menyediakan alat berat guna memindahkan tumpukan sampah ke area yang masih bisa digunakan, seperti di samping lokasi bekas penambangan biji timah.
Ditegaskan pula oleh Ismir bahwa penanganan masalah sampah ini perlu dilakukan secara berkelanjutan. Salah satu solusi adalah dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang dapat didaur ulang, atau bahkan mengolah sampah menjadi pupuk organik. "Sebelum sampah dibuang ke tempat sementara atau akhir, masyarakat disarankan untuk memilahnya terlebih dahulu. Dengan cara ini, volume sampah yang dihasilkan dapat berkurang, dan juga memberikan manfaat ekonomis bagi keluarga," tambahnya.
Dengan berbagai langkah ini, diharapkan pengelolaan sampah di Kabupaten Bangka dapat berjalan lebih baik, serta memberikan dampak yang positif bagi masyarakat dan lingkungan.
ANTARA
Pemerintah Kabupaten Bangka Libatkan Swasta Atasi Masalah Sampah
Bagikan:

BANGKA BELITUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Ganda Campuran China Li/Huang Juarai Indonesia Masters 2026
BPN Berkontribusi Tingkatkan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834 Triliun
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Komentar (0)
Memuat komentar…







